Wartain.com || Kondisi pesisir Pantai Talanca di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang dipenuhi tumpukan sampah rupanya menyimpan potensi hasil laut. Di balik hamparan sampah tersebut, warga setempat menemukan banyak kerang putih atau kerang kepah yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah warga terlihat menyusuri garis pantai sambil mencari kerang kepah, terutama saat air laut mulai surut. Kerang kepah (Polymesoda erosa) dikenal memiliki cangkang tebal berwarna putih dengan bentuk segitiga dan biasanya hidup di area pantai berpasir, Jumat (02/01/2026).
Namun, di Pantai Talanca, kerang-kerang tersebut justru banyak ditemukan di sela-sela sampah kiriman laut.
Didin (34), warga Desa Loji, mengatakan fenomena kemunculan kerang kepah ini sudah dimanfaatkan warga sejak beberapa hari terakhir. Hasil tangkapan paling banyak diperoleh saat hari pertama air laut surut.
“Kemarin itu paling ramai dan hasilnya juga banyak. Ada yang dapat satu karung, bahkan sampai dua karung beras. Hari ini sudah mulai berkurang karena sudah hari kedua,” ujar Didin.
Menurutnya, sebagian besar kerang yang didapatkan dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga. Meski begitu, kerang tersebut juga bisa dijual apabila ada warga lain yang berminat.
“Biasanya buat dimakan sendiri. Tapi kalau ada yang mau beli, ya bisa saja dijual,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi pasang surut air laut sangat memengaruhi jumlah kerang yang dapat dikumpulkan. Saat air laut surut, kerang lebih mudah terlihat dan diambil.
Sebaliknya, ketika air laut pasang, hasil pencarian menjadi jauh lebih sedikit.
“Kalau air surut memang banyak. Sekarang air lagi pasang, jadi agak susah nyarinya,” tuturnya.
Ia menambahkan, meskipun kerang kepah umumnya hidup di pasir, di Pantai Talanca banyak kerang yang terperangkap di tumpukan sampah akibat terbawa gelombang laut.
“Kebanyakan di pasir, tapi ada juga yang nyangkut di sampah. Mungkin karena kebawa ombak,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
