Wartain.com || Bagi pemudik lebaran 2026 dan wisatawan yang akan melintasi jalur arteri Parungkuda-Cibadak Kabupaten Sukabumi, kini bisa menggunakan jalan alternatif.
Banyak pilihan bagi para pengendara, untuk menghindari kemacetan di Jalan Nasional III arah Sukabumi. Diketahui, semenjak hari lebaran kemarin sampai saat ini, volume kendaraan yang akan menuju arah Sukabumi dan sekitarnya, mulai nampak mengalami peningkatan.
Alhasil, jalur dari kedua arah mengalami kemacetan, baik yang menuju ke Sukabumi maupun arah sebaliknya. Kendaraan yang melintas masih didominasi oleh pemudik yang hendak balik ke Jabodetabek, maupun yang hendak berlibur ke Sukabumi.
Untuk menghindari itu semua, pengguna jalan sangat disarankan untuk menggunakan jalan alternatif yang sesuai denga tujuan. Pilihan nya sangat banyak, salah satunya adalah jalan alternatif Ciambar-Nagrak keluar Karangtengah.
Walaupun jalannya sedikit ekstrim karena melewati area sawah warga hingga tembus ke kawasan permukiman, tapi alternatif ini bisa digunakan untuk menghindari penumpukan kendaraan terutama di pintu masuk dan keluar GT Parungkuda.
Digunakannya jalur alternatif baru tersebut juga bertujuan, untuk mendukung kelancaran dalam perjalanan dan mengurai kemacetan di arteri Parungkuda-Cibadak.
Salah seorang pengendara asal Bogor, Kurnia (38) mengungkapkan, dirinya beserta rombongan memilih jalur alternatif Ciambar-Nagrak tersebut, untuk menghindari kemacetan, terutama di exit tol Parungkuda.
“Sengaja memang saya melewati jalur alternatif ini untuk menghindari kemacetan di Parungkuda-Cibadak. Tadi saya lihat di CCTV Dishub Kabupaten Sukabumi, pada titik tersebut terjadi kemacetan. Saya keluar tol Benda, kemudian belok kesini,” ungkapnya.
“Kebetulan juga, tujuan saya memang mau liburan ke YSR Himalaya yang ada di Pawenang-Nagrak. Jadi, lewat sini langsung bisa tembus sampe tujuan,” tambahnya.
Ditanya terkait kondisi jalan alternatif Ciambar-Nagrak, Kurnia mengatakan, kondisinya cukup bagus, bisa dilewati kendaraan roda dua atau empat. Hanya saja, karena banyak kelokan dan curam, sangat disarankan menggunakan kendaraan yang sehat.
“Jalanya cukup bagus, walaupun ada beberapa titik yang rusak. Saya udah lebih dari empat kali lewat kesini, jadi sudah paham jalan. Bagi yang pertama kali lewat sini, di harapkan untuk hati-hati saja dengan kelokan, turunan serta tanjakan yang tajam,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
