Wartain.com || Kejutan besar mengguncang panggung Liga Champions saat wakil Norwegia, Bodo/Glimt, berhasil menjinakkan raksasa Serie A, Inter Milan, dalam laga babak play-off pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Bertanding di Stadion Aspmyra yang dingin, tuan rumah tampil perkasa dengan melumat Nerazzurri lewat skor meyakinkan 3-1.
Dominasi Tuan Rumah Sejak Awal Sejak peluit pertama dibunyikan, Bodo/Glimt menunjukkan bahwa mereka tidak gentar menghadapi nama besar Inter. Kepercayaan diri tinggi anak asuh Kjetil Knutsen membuahkan hasil pada menit ke-20. Sondre Brunstad Fet sukses membuka keran gol setelah menyelesaikan kerja sama apik dengan Kasper Høgh, mengubah skor menjadi 1-0.
Inter Milan sempat memberikan perlawanan sengit untuk mencari gol penyeimbang. Matteo Darmian nyaris mencetak gol di menit ke-26, namun bola membentur tiang gawang. Tekanan berlanjut melalui Nicolo Barella, tetapi sepakannya masih terlalu lemah bagi kiper tuan rumah.
Harapan Inter sempat membuncah pada menit ke-30. Francesco Pio Esposito berhasil memanfaatkan kemelut di muka gawang Glimt dan menyambar bola liar untuk mengubah skor menjadi 1-1. Skor imbang ini bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Inter gagal memanfaatkan peluang tendangan bebas Carlos Augusto di menit ke-47 yang meluncur lemah. Justru Bodo/Glimt yang tampil lebih klinis. Pada menit ke-61, Jens Petter Hauge kembali membawa Glimt unggul 2-1 setelah menerima umpan terukur dari Kasper Høgh.
Puncak kehancuran Inter terjadi melalui skema serangan balik cepat. Kasper Høgh, yang menjadi bintang lapangan malam itu, memastikan kemenangan tuan rumah setelah menerima umpan matang dari Blomberg. Skor 3-1 bertahan hingga laga usai, sekaligus memberikan modal berharga bagi wakil Norwegia tersebut untuk menatap leg kedua.
Kemenangan atas Inter Milan adalah pesan tegas bahwa Bodo/Glimt memiliki sistem permainan yang solid dan keberanian mental yang luar biasa. Menghadapi finalis Liga Champions dengan modal kepercayaan diri penuh adalah kunci utama mereka malam ini.
Dengan kemenangan ini, Bodo/Glimt menatap leg kedua di Giuseppe Meazza dengan kepercayaan diri tinggi. Sementara bagi Inter Milan, hasil ini merupakan pekerjaan rumah besar yang menuntut evaluasi total jika tidak ingin tersingkir prematur dari kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Sule)
