Wartain.com || Israel membebaskan 39 tahanan Palestina. Pelepasan tahanan merupakan bagian gencatan senjata empat hari yang dimulai pada Jumat 24/11/2023.
Tepat dari hari pertama gencatan senjata sebanyak 39 tahanan Palestina dibebaskan Israel. Sedangkan Hamas, kelompok penguasa Gaza, membebaskan 24 sandera.
Dari 39 tahanan Palestina yang dilepaskan Israel, 28 di antaranya dibebaskan di Tepi Barat. 11 sisanya dibebaskan di Yerusalem Timur.
Pelepasan puluhan sandera disambut sukacita warga Palestina di Tepi Barat. Mereka menyalakan kembang api sembari mengibarkan bendera Palestina sebagai tanda haru dan bahagia.
“Saya menghabiskan masa kecil dan remaja di penjara, jauh dari orang tua dan pelukan,” kata seorang warga Palestina eks sandera Israel, Marah Bakir kepada AFP.
“Itu yang dilakukan (Israel) negara yang menindas kami,” sambung dia.
Kendati ada sukacita, terdapat pula kesedihan yang dirasakan keluarga sandera Palestina. Pengakuan itu disampaikan oleh Fatina Salnan.
Anak Fatina, Malak Salnan, masuk dalam daftar tahanan yang dilepas Israel di hari pertama gencatan senjata.
Malak (23) akan kembali ke rumahnya di Beit Safafa. Wanita muda itu ditahan Israel tujuh tahun lalu ketika sedang sekolah.
Israel mengatakan, Malak ditangkap karena berupaya menusuk polisi di Yerusalem.
Malak pun ketika dilepaskan masih dijaga ketat kepolisian Israel.
“Polisi ada di rumah kami dan menghentikan orang untuk melihat kami,” ucao Fatina seperti dikutip dari AFP.
“Anak saya lemah. Dia belum makan dari kemarin,” sambung dia.
Kepolisian Israel mengeluarkan larangan perayaan pembebasan sandera di Yerusalem. Aparat telah membubarkan warga Palestina yang nekat menggelar perayaan dengan menembakkan gas air mata.***
Foto: Reuters/Raneen Sawafta
(Red)
