Wartain.com || Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan perluasan layanan kereta rel listrik (KRL) ke sejumlah wilayah penyangga ibu kota pada 2026. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengembangan KRL yang menghubungkan Jakarta dengan Cikampek dan Sukabumi.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pengembangan jaringan KRL menjadi bagian dari strategi besar penguatan transportasi publik nasional.
“Pengembangan KRL akan kita lakukan tahun ini, termasuk rute Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan Jakarta–Rangkas,” ujar Dony, Minggu (31/1/2026).
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Dony menegaskan pentingnya percepatan elektrifikasi jalur kereta api, khususnya di lima kota besar. Ia meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera menyelesaikan pekerjaan tersebut agar transportasi massal dapat menjadi penggerak pertumbuhan kawasan baru.
“Transportasi publik yang baik akan memicu lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang jalur kereta yang dikembangkan,” jelasnya.
Selain elektrifikasi, Danantara juga mendorong sinergi antar-BUMN. Dony menekankan agar KAI bekerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengadaan sarana dan pengembangan teknologi perkeretaapian.
Menurutnya, keberpihakan BUMN terhadap industri nasional menjadi kunci agar Indonesia tidak terus bergantung pada produk impor. “Kalau BUMN tidak mendukung industri dalam negeri, kita tidak akan pernah menjadi negara industri,” tegasnya.
Dony menjelaskan, pada awal 2026 INKA ditargetkan menuntaskan proses restrukturisasi. Danantara akan berperan menjembatani kebutuhan KAI dengan kapasitas produksi INKA, sekaligus menyehatkan kinerja perusahaan pelat merah tersebut.
Selain itu, Danantara juga berencana membangun fasilitas baru di Banyuwangi, Jawa Timur, yang akan mengintegrasikan sektor hulu dan hilir industri baja nasional. Fasilitas tersebut nantinya akan menghubungkan INKA dengan Krakatau Steel.
“Proyek tahun ini diarahkan untuk memperkuat industri baja dari hulu hingga hilir agar lebih terintegrasi,” kata Dony.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Stasiun Tanah Abang pada 4 November 2025, meminta PT KAI menuntaskan penambahan 30 titik perpanjangan rel serta rangkaian kereta baru dalam waktu maksimal satu tahun.
Presiden juga mendorong pengembangan jalur kereta api di luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, guna mendukung angkutan logistik komoditas unggulan nasional, termasuk kelapa sawit, karet, kopi, timah, dan nikel.*** (RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
