26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 30, 2026

Latest Posts

Dirut Bulog Pantau Harga Sembako di Pasar Cisaat, Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Wartain.com – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan peninjauan langsung ke Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/5/2026), untuk memastikan kondisi harga pangan pasca-Iduladha tetap terkendali.

Dalam kunjungannya, Ahmad menyebut sebagian besar harga kebutuhan pokok di pasar tradisional tersebut masih relatif stabil. Namun, kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang kini mencapai Rp100 ribu per kilogram.

“Yang mengalami kenaikan cukup tinggi itu cabai rawit merah. Sementara cabai merah keriting masih relatif aman. Ini sedang kami cek penyebab kenaikannya,” ujarnya kepada wartawan.

Selain cabai, sejumlah kebutuhan pokok lainnya dinilai masih berada pada harga normal. Daging sapi tercatat dijual sekitar Rp150 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram.

Menurut Ahmad, stabilitas harga pasca-Hari Raya Iduladha menjadi indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan ketersediaan pangan di daerah.

“Secara umum kondisi harga kebutuhan pokok masih stabil dan pasokan tersedia,” katanya.

Ia juga memastikan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk wilayah Sukabumi masih dalam kondisi aman dan terkendali oleh Bulog. Namun, untuk distribusi Minyakita, Bulog masih menghadapi keterbatasan kuota penyaluran.

Ahmad menjelaskan, saat ini kuota domestic market obligation (DMO) Minyakita untuk Bulog baru berada di angka 35 persen dan harus dibagi ke seluruh daerah di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bulog tengah mengusulkan penambahan kuota distribusi.

“Kami sedang mengajukan agar kuota DMO Minyakita bisa ditingkatkan dari 35 persen menjadi 65 persen,” jelasnya.

Di sisi lain, Bulog juga terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal. Hingga saat ini, realisasi serapan nasional telah mencapai sekitar 3 juta ton atau 73 persen dari target nasional sebanyak 4 juta ton.

Khusus untuk wilayah Jawa Barat, Ahmad menyebut capaian serapan telah menyentuh angka 540 ribu ton dan dinilai melampaui target bulanan yang ditetapkan pemerintah.

“Serapan di Jawa Barat cukup baik dan sudah melampaui target bulanan,” ungkapnya.

Bulog menargetkan sisa serapan nasional dapat terpenuhi dalam beberapa bulan ke depan, tepatnya antara Juli hingga September 2026.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga meminta pengelola Pasar Cisaat memasang banner Harga Eceran Tertinggi (HET) di area pasar agar masyarakat lebih mudah mengetahui harga acuan bahan pokok.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan transparansi harga sekaligus melindungi konsumen dari kemungkinan lonjakan harga yang tidak wajar.

“Kalau ada daftar HET, masyarakat bisa langsung membandingkan harga di lapangan dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.