Wartain.com – Suasana di Tempat Pelelangan Ikan Babakan dan TPI Cikidang mendadak pecah sejak subuh. Sorak juru lelang bersahutan menawarkan harga, terdengar seperti lantunan rap cepat diiringi teriakan bakul yang berebut ikan.
Di atas lantai ubin, hamparan ikan Kembung Banjar mengkilap tertata rapi. Aroma laut bercampur semangat warga. Keranjang-keranjang merah berjejer, dipenuhi muatan segar yang baru turun dari kapal.
Para nelayan tampak sibuk memindahkan hasil tangkapan. Ada yang mengangkat, ada yang menimbang, ada pula yang mencatat. Aktivitas padat ini sudah berlangsung sejak pagi dan belum menunjukkan tanda-tanda reda.
Ketua KUD Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, turun langsung memantau. Ia ingin melihat sendiri lonjakan hasil tangkapan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Saya hari ini ada di TPI Babakan dan TPI Cikidang untuk memantau penangkapan ikan. Sekarang sudah keluar ikan namanya ikan Kembung Banjar. Ini mulai keluar dengan jumlah yang banyak,” kata Jeje dalam unggahan media sosialnya.
Menurut Jeje, kenaikan volume tangkapan sudah terasa sejak *3 sampai 4 hari terakhir*. Datangnya kawanan ikan kembung ini cukup mengejutkan, karena datang bersamaan di dua TPI besar di Pangandaran.
Kualitas ikan juga jadi sorotan. Ukurannya pas untuk pasar. “Rata-rata per kilogramnya berisi dua hingga dua setengah ekor. Ini ukuran ideal untuk konsumsi,” jelas Jeje.
Hasil melimpah ini tidak hanya dinikmati nelayan kapal besar. Perahu-perahu kecil milik nelayan lokal pun ikut merasakan berkahnya. Tangkapan mereka kali ini jauh di atas hari-hari biasa.
“Nih, satu orang dengan satu perahu sekarang bisa membawa pulang mulai dari 5 kuintal, bahkan ada yang tembus sampai 1 ton,” tambah Jeje dengan nada optimis.
Selain Kembung Banjar, para nelayan juga banyak membawa Kembung Abu. Dua jenis ini mendominasi hasil laut beberapa hari ini dan membuat bakul ikan kewalahan memilih.
Munculnya gerombolan ikan kembung dalam jumlah besar memberi harapan baru. Setelah sempat sepi, kini aktivitas ekonomi di pesisir kembali bergeliat. Harga di tingkat nelayan pun ikut terdongkrak.
“Mudah-mudahan ini menjadi berkah yang berkelanjutan buat para nelayan kita. Dengan hasil seperti ini, nelayan bisa kembali tertawa dan tersenyum dengan baik,” tutup Jeje berharap musim ikan ini bertahan lama.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
