Wartain.com – Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo, AP., M.Si, yang hadir mewakili Bupati Sukabumi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada HMI Cabang Sukabumi yang berhasil menggelar Training Raya Intermediate Training (LK-2) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional.
Dalam sambutannya di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/10/2026), Puji Widodo menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan dinamika perubahan bangsa Indonesia di era digital saat ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kami menyampaikan apresiasi kepada HMI Cabang Sukabumi yang telah berhasil menggelar training raya tingkat nasional ini. Relevansi kegiatan ini sangat beririsan dengan arah perubahan bangsa Indonesia di era digital,” ujar Puji Widodo.
Menurutnya, organisasi mahasiswa memiliki peran yang sangat strategis sebagai jembatan yang menghubungkan idealisme dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Puji menekankan, sebagai kaum intelektual, kader HMI harus mampu menjadi Agent of Change dan Agent of Social Control di tengah masyarakat.
“Tetapi peran itu harus diperkuat dengan nilai-nilai akhlak, moral, serta keumatan dan kebangsaan, agar kebermanfaatannya benar-benar terasa oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Ia juga berharap, dari kegiatan LK-2 dan LKK Nasional ini akan lahir ide dan gagasan yang konstruktif dari para kader HMI untuk turut berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat terbuka dengan ide dan gagasan konstruktif dari adik-adik HMI. Mari bersama-sama membangun Sukabumi yang lebih maju,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi, Dr. Dadang Sahroni, M.Pd, menegaskan bahwa Training Raya tingkat nasional ini merupakan bentuk pengkaderan berkelanjutan yang menjadi ciri khas HMI.
“Kader-kader HMI harus mampu berkiprah dalam berbagai bidang dan sendi-sendi kehidupan. Sejarah sudah mencatat dan membuktikan, bahwa kader HMI mampu mengisi setiap ruang pembangunan bangsa,” kata Dadang.
Ia mencontohkan, kontribusi nyata kader HMI dapat dilihat dari keberhasilan para alumninya dalam mengisi jabatan-jabatan strategis di negeri ini, bahkan salah satunya pernah menduduki jabatan tertinggi sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Oleh karena itu, training raya ini harus dijadikan sebagai ajang tempaan ide dan gagasan untuk membentuk jiwa dan karakter yang mampu berbicara di panggung yang nyata,” ujarnya.
Dadang menambahkan, pengkaderan di HMI sejatinya adalah rumah dialektika, tempat untuk melengkapi kemampuan bertindak yang diisi dengan dedikasi dan rasa tanggung jawab moral yang tinggi terhadap organisasi, umat, dan bangsa.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
