Wartain.com – Sarasehan Nasional dalam rangka Milad KAHMI ke-60 dan Dies Natalis Universitas Madani Nusantara (UMN) ke-16 menghadirkan lima tokoh nasional sebagai pembicara utama.
Kegiatan yang digelar di Kampus UMN, Jl. Lio Balandongan Sirnagalih No.74, Cikondang, Kec. Citamiang, Kota Sukabumi, Minggu (27/09/2026) ini mengusung tema “Enam Dekade KAHMI Meneguhkan Peran Alumni Membangun Pendidikan, Memperkuat Peradaban dan Kedaulatan Bangsa”.
Kelima tokoh tersebut adalah Wamenag RI sekaligus Koorpres MN KAHMI Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafe’i, M.Hum, Mantan Menteri Kelautan Prof. Rokhimin Dahuri, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Politisi senior Yuddy Chrisnandi, dan Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU.
Pembicara pertama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafe’i menegaskan bahwa peradaban yang baik hanya bisa lahir dari pendidikan yang bagus. Menurutnya, peradaban dan pendidikan akan menghasilkan karakter bangsa yang sebenarnya.
“Kunci kemajuan sebuah bangsa yang membawa peradaban baik adalah baiknya pengelolaan sistem pendidikan. Membangun semangat meningkatkan capaian kualitas pendidikan harus dimulai oleh kader-kader KAHMI yang memiliki komitmen maju,” ujarnya.
Pembicara kedua, Prof. Rokhimin Dahuri memaparkan visi Indonesia sebagai negara maritim dan agraris tropis terbesar di dunia yang memiliki potensi sangat besar untuk berdaulat pangan, bahkan menjadi feeding the world.
Ia menawarkan delapan langkah strategis mulai dari penyusunan Big Data perikanan yang akurat, revitalisasi unit usaha blue food dengan economy of scale dan teknologi Industry 4.0, pengembangan perikanan tangkap yang masih underfishing, pengurangan intensitas di wilayah overfishing, hingga pengembangan budidaya, diversifikasi spesies, dan penguatan industri pengolahan serta bioteknologi perairan dengan prinsip QCS (top Quality, low Cost, and sustainable Supply).

Pembicara ketiga, Ahmad Doli Kurnia menyoroti peran KAHMI sebagai penjaga kaderisasi HMI. Ia menyebut KAHMI merupakan wadah utama untuk menjaga eksistensi, marwah, dan kesinambungan kaderisasi.
“HMI adalah sumber mata air pengkaderan bangsa, sehingga kemurniannya dari hulu hingga hilir harus senantiasa dijaga bersama oleh para alumni,” kata Doli.
Selain itu, Doli juga memberikan pandangan seputar dinamika politik nasional, perbaikan sistem pemilu, dan masa depan demokrasi Indonesia.
Pembicara keempat, Yuddy Chrisnandi menekankan pentingnya revitalisasi ide dan gagasan KAHMI untuk kemajuan bangsa. Ia menyebut kekuatan dan semangat silaturahmi harus dijadikan modal utama untuk berkontribusi.
“Jaga integritas pribadi dan organisasi, kembangkan ilmu pengetahuan dan kemampuan entrepreneurship, serta implementasikan kesalehan sosial,” pesan Yuddy.
Pembicara kelima, Rektor UI Prof. Heri Hermansyah menyoroti pentingnya penguasaan sains dan teknologi untuk pengembangan peradaban keislaman.
Menurutnya, perubahan geopolitik akan mempengaruhi stabilitas peradaban, dan keberpihakan geopolitik berpengaruh terhadap stabilisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kehadiran lima tokoh nasional ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan penguatan peran alumni HMI dalam membangun pendidikan, memperkuat peradaban, dan menjaga kedaulatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
