26.7 C
Jakarta
Senin, Oktober 12, 2026

Latest Posts

Menaker Yassierli di Albacadabra 2026 Al Bayan: Bonus Demografi Bukan Jaminan, Kuncinya 5T

Wartain.com – Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., CPE., memberikan pesan inspiratif kepada generasi muda dalam acara Albacadabra 2026 yang diselenggarakan di SMA Pesantren Unggul Al Bayan.

Atas nama Kementerian Ketenagakerjaan RI, Menaker menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bina Umat Sejahtera Semesta, SMA Pesantren Unggul Al Bayan, serta seluruh panitia penyelenggara.

“Albacadabra bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan ini merupakan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengasah kreativitas, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat,” ujar Prof. Yassierli.

Menaker menegaskan, dunia saat ini tengah menghadapi perubahan yang sangat cepat. Kemajuan teknologi, kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinovasi.

Dalam situasi tersebut, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademik. Dibutuhkan keterampilan, karakter, kemampuan beradaptasi, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

“Dunia kerja masa depan membutuhkan SDM yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga mampu menciptakan perubahan yang bermanfaat,” tegasnya.

*Tiga Pesan Penting dan Formula 5T*

Prof. Yassierli menitipkan tiga pesan penting bagi pelajar.

Pertama, bangun karakter dan integritas. Menanglah dengan terhormat dan terimalah hasil kompetisi dengan lapang dada.

Kedua, kembangkan kompetensi dan jangan berhenti belajar. Perluas wawasan melalui pengalaman, organisasi, kompetisi, dan pemanfaatan teknologi.

Ketiga, jadilah generasi yang adaptif dan bermanfaat. Masa depan membutuhkan generasi yang mampu menciptakan peluang dan memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.

Menaker juga mengingatkan bahwa bonus demografi bukan jaminan. Bonus hanya akan menjadi kekuatan jika manusianya sehat, terampil, produktif, dan punya kesempatan.

“Banyak pemuda adalah potensi, banyak pemuda yang kompeten baru menjadi kekuatan bangsa,” jelasnya.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan formula 5T untuk siswa:

*Think*, berpikir kritis dengan mau membaca dan belajar; *Tech*, memahami teknologi seperti AI untuk membantu pekerjaan; *Talk*, membangun kemampuan komunikasi dengan banyak mendengar; *Team*, membangun kolaborasi dan resilience; *Trust*, membangun integritas dan tanggung jawab melalui pendidikan religius.

“Mulailah dari sekarang untuk bertumbuh, jangan hanya mencari peluang tapi ciptakanlah peluang tersebut. Tidak ada yang impossible tapi yang ada adalah Possible,” pungkasnya yang disambut tepuk tangan meriah peserta.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.