26.7 C
Jakarta
Selasa, Maret 17, 2026

Latest Posts

Mengetuk Pintu Langit: Seruan Dzikir Nasional demi Keselamatan Ibu Pertiwi di Tengah Badai Global

Oleh : Aam Abdul Salam/ Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih/Sekjen Kordinator Nasional Kedaulatan Energi/Sekjen PPJNA 98/Presidium Korp Alumni HMI Sukabumi

Wartain.com || Di tengah hiruk-pikuk berita dunia yang kian memanas, langit di atas Timur Tengah kini tak lagi hanya dihiasi bintang, melainkan bayang-bayang jet tempur dan rudal. Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah membawa dunia ke ambang ketidakpastian besar. Namun, bagi bangsa Indonesia, ada satu senjata yang melampaui kecanggihan teknologi militer mana pun yaitu dengan Doa dan Dzikir.

Menyatukan Barisan Spiritual

Saat ini, kami menyerukan untuk merapatkan shaf bukan hanya terjadi di masjid-masjid besar, tapi hingga ke pelosok desa, mesjid, pesantren, tajug dan mushola. Seluruh umat Muslim di Indonesia untuk melangitkan mengetuk pintu langit dengan doa-doa terbaik. Ini bukan sekadar ritual rutin, melainkan sebuah benteng spiritual untuk memohon perlindungan bagi tumpah darah Indonesia seluruh masyarakat Indonesia yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri, agar terjaga terlindungi dari dampak destruktif konflik global—baik dampak ekonomi, keamanan, maupun sosial.

Dalam setiap sujud dan hitungan tasbih, terselip harapan agar Allah SWT menjauhkan negeri ini dari percikan api peperangan yang sedang berkecamuk di tanah para nabi.

Kekuatan untuk Pemimpin: Presiden Prabowo di Garis Depan Diplomasi

Di pundak Presiden Prabowo Subianto, terpikul amanat konstitusi untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.
Menghadapi konstelasi politik luar negeri yang rumit antara kekuatan Barat dan Timur Tengah, kita memohon pada Allah SWT pemilik alam semesta ini agar:

Pemerintah Indonesia diberikan hikmah dan kebijaksanaan dan ketepatan dalam mengambil keputusan strategis.

Presiden Prabowo diberikan kekuatan fisik dan batin, dianugerahkan kesehatan serta kemudahan dalam menjalin komunikasi diplomatik yang mendinginkan suasana untuk perdamaian dunia.

Indonesia menjadi Jembatan Perdamaian” yang dihormati oleh semua pihak yang bertikai, membawa misi kemanusiaan yang tulus untuk menyelamatkan ummat manusia di dunia ini.

_”Jika diplomasi adalah ikhtiar di bumi, maka dzikir adalah ikhtiar di langit. Keduanya harus berjalan beriringan agar Indonesia tetap berdiri tegak sebagai pase kedamaian.”_

Mengubah Kecemasan Menjadi Energi Positif

Konflik antara AS-Israel vs Iran memang terasa jauh secara geografis, namun dampaknya nyata di depan mata. Melalui gerakan dzikir dan doa nasional ini, masyarakat diajak untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan fokus pada penguatan internal bangsa jaga persatuan kesatuan.

Kita bermunajat agar Indonesia tidak hanya selamat secara fisik dari dampak perang, tetapi juga sukses mencatatkan sejarah sebagai bangsa yang berhasil mendorong ikut andil terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Mari kita tundukkan kepala sejenak, memohon kepada Sang Pemilik Semesta: “Ya Allah, jagalah Indonesia, lindungi seluruh masyarakat Indonesia, kuatkanlah pemimpin negeri kami, dan jadikanlah negeri kami wasilah bagi terciptanya kedamaian di muka bumi.”

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.