Wartain.com || Peradaban budaya terus berubah seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju. Perubahan yang terjadi dari sisi seni budaya juga dipengaruhi oleh teknologi yang semakin canggih, dimana perubahan ini tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan sosial kita, tapi juga berpengaruh terhadap pola bermain anak-anak.
Saat ini, banyak anak yang merasa kurang familiar dengan permainan tradisional, bahkan bagi beberapa anak ada yang tidak mengetahui sama sekali mengenai permainan tradisional.
Seiring perkembangan teknologi, beragam jenis permainan atau yang biasanya kita kenal dengan istilah game mulai bermunculan dan sedikit demi sedikit menggeser keberadaan permainan tradisional.
Permainan tradisional Indonesia dinilai sebagai media yang tepat untuk menanamkan budi pekerti dan membantu perkembangan anak. Itulah sebabnya, potensi permainan tradisional perlu digali kembali. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, permainan tradisional semakin terpinggirkan dan hampir jarang kita temui. Berikut adalah beberapa contoh permainan tradisional yang sudah jarang kita temui :
1. Congklak
Congklak adalah permainan tradisional yang dimainkan dengan menggunakan papan kayu dan biji-bijian sebagai media permainan[1]. Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua orang. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, permainan ini semakin jarang dimainkan dan hampir punah.
2. Kelereng
Kelereng adalah permainan tradisional yang seringkali dimainkan anak-anak dikala sore. Kelereng berbentuk bulat dengan hiasan warna-warni didalamnya yang terbuat dari kaca. Namun, semakin hari, permainan ini semakin jarang ditemukan karena anak-anak lebih memilih bermain game online yang menghadirkan tantangan dan keseruan tanpa harus berlarian di lapangan.
3. Engklek
Engklek adalah permainan tradisional yang membutuhkan konsentrasi dan ketepatan.
4. Gasing
Gasing sudah menjadi mainan tradisional yang hampir punah. Dulu anak-anak senang bermain gasing dengan teman-teman mereka di pekarangan rumah.
5. Egrang
Egrang merupakan mainan yang sering menjadi favorit anak-anak karena memberikan sensasi melompat-lompat di atas egrang. Sayangnya, egrang kini sudah jarang dijumpai di pekarangan rumah karena anak-anak lebih sibuk dengan game online yang menghadirkan petualangan tanpa batas.
Dengan semakin berkembangnya game online dan kemajuan teknologi, minat anak-anak terhadap mainan tradisional semakin menurun. Meski demikian, penting untuk tetap melestarikan keberadaan mainan tradisional ini agar generasi mendatang tetap mengenal budaya dan permainan tradisional yang unik.***
Foto : nawacita.co
Editor : Aab Abdul Malik
(Ruswandi)
