26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 11, 2026

Latest Posts

Pemprov Jabar Siapkan Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kepadatan Mudik Lebaran 2026

Wartain.com || Arus mudik Idul Fitri 2026 diprediksi akan menyebabkan kepadatan di sejumlah ruas jalan utama non tol di Jawa Barat. Guna mengantisipasi kemacetan, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas serta menyediakan jalur alternatif bagi para pemudik.

Mengutip Jabarprov.go.id pada Senin (16/3/2026), Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan utama diperkirakan akan mengalami kepadatan pada puncak arus mudik dan arus balik Lebaran. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai jalur alternatif guna membantu pemudik menghindari kemacetan di jalur utama.

Di wilayah utara Jawa Barat, terdapat delapan jalur alternatif yang dapat digunakan, yakni:

1. Sukamandi-Kalijati (22 km)

2. Pamanukan-Subang (31 km)

3. Kadipaten-Jatitujuh-Jatibarang (40,7 km)

4. Haurgeulis-Patrol (19 km)

5. Cikamurang-Jangga (35 km)

6. Budur-Tegalgubug-Jagapura-Mundu (32 km)

7. Losari-Ciledug-Cidahu-Kuningan (95 km)

8. Cirebon-Sumber-Rajagaluh-Majalengka (32 km)

Sementara itu, di jalur tengah Jawa Barat tersedia empat jalur alternatif, yaitu:

1. Subang-Lembang-Bandung (41 km)

2. Sumedang-Jalan Cagak-Wanayasa-Purwakarta (85 km)

3. Talaga-Bantarujeg-Wado-Sumedang (79 km)

4. Kuningan-Cikijing-Majalengka-Kadipaten (45 km)

Adapun di wilayah selatan Jawa Barat, pemudik dapat memanfaatkan lima jalur alternatif berikut:

1. Garut-Banyuresmi-Leuwigoong-Kadungora-Cijapati-Majalaya-Bandung (78 km)

2. Sasak Beusi-Cibatu-Leles (19 km)

3. Banjar-Manonjaya-Tasikmalaya (44 km)

3. Malangbong-Wado (15 km)

4. Parakan Muncang-Warung Simpang (9 km)

Dengan tersedianya jalur alternatif tersebut, para pemudik diharapkan dapat menentukan rute perjalanan yang lebih lancar, sehingga perjalanan menuju kampung halaman di Jawa Barat tetap berlangsung aman dan nyaman selama masa mudik Lebaran 2026.

Selain itu, lonjakan arus kendaraan juga diprediksi terjadi di jalur Ciawi–Cibadak–Sukabumi. Pihak kepolisian akan melakukan penertiban terhadap kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih yang tetap melintas saat periode puncak arus mudik dan arus balik.

Pemerintah daerah juga akan menertibkan parkir liar serta pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan.

Di kawasan Simpang Susun Cileunyi hingga Nagreg, Kabupaten Bandung, Dinas Perhubungan Jawa Barat telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, salah satunya dengan mengoperasikan alat pembaca kartu tol elektronik secara mobile.

“Selain itu, menyiapkan papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu,” kata Dhani.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.