26.7 C
Jakarta
Minggu, Mei 24, 2026

Latest Posts

Pemkot Sukabumi Mulai Tutup TPS di Pinggir Jalan

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi mulai memperkuat langkah penanganan persoalan sampah dengan menyiapkan penataan sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS), menyusul kondisi TPS Cikundul yang dinilai perlu penanganan segera.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, penataan dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus membangun sistem pengelolaan yang lebih terkendali.

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi tindak lanjut atas adanya surat dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang berkaitan dengan kondisi TPS Cikundul.

“Konsep penataan TPS ke depan, karena sekarang sudah darurat TPS Cikundul dan sudah ada surat dari KLH, sehingga kita perlu skema tempat yang tidak menghasilkan sampah itu harus diselesaikan dan ditutup,” ujar Bobby, Minggu (24/5/2026).

Sebagai tahap awal, Pemkot telah menerapkan sterilisasi di kawasan Lapang Merdeka. Kebijakan tersebut disebut memberikan dampak cukup signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang biasanya meningkat pada akhir pekan.

“Sterilisasi Lapang Merdeka mampu mengurangi sampah hingga 50 persen. Biasanya saat Sabtu dan Minggu sampah mencapai 6 ton, sekarang berkurang menjadi sekitar 2,5 hingga 3 ton. Itu hasil yang baik,” katanya.

Setelah evaluasi awal tersebut, pemerintah berencana melanjutkan penataan ke sejumlah TPS yang berada di jalur protokol kota. Upaya tersebut akan dibarengi dengan penguatan edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah sejak dari rumah.

Pemkot mendorong agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti plastik, dapat disalurkan melalui bank sampah. Sementara limbah organik diarahkan untuk diolah menjadi pupuk menggunakan metode biopori maupun pola pengolahan lain yang lebih ramah lingkungan.

Untuk mendukung sistem pengolahan, pemerintah juga menyiapkan pengadaan mesin pencacah plastik yang akan digunakan pada fasilitas TPS3R. Saat ini proses tersebut masih menunggu dukungan pembiayaan dan peluang kolaborasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kita akan coba satu dulu di TPS3R dengan mesin baru, nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Kami juga terus mengawal program ini sambil menunggu anggaran,” ungkap Bobby.

Di sisi lain, ia mengakui penanganan persoalan sampah saat ini juga dipengaruhi kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi keterbatasan anggaran.

“PAD memang meningkat, tapi untuk menutup anggaran yang berkurang dari dana transfer daerah itu masih berat. Karena dana transfer dipotong, akhirnya PAD digunakan untuk menutup kekurangan tersebut,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.