26.7 C
Jakarta
Minggu, Maret 8, 2026

Latest Posts

Pendistribusi Ompreng Jadi Garda Terdepan, SPPG Limus Nunggal Cibeureum Sukabumi Lakukan Hal ini

Wartain.com || Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tanah Pelangi Nusantara-01 yang berlokasi di Jalan Parahita Nugraha RT 003 RW 005, Jalur Lingkar Selatan, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu pekerja di dapur SPPG tersebut, Prasetyo, mengungkapkan pengalamannya selama empat bulan bekerja sebagai pendistribusi ompreng. Posisi ini memegang peranan penting karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat di sekolah.

“Pendistribusi adalah ujung tombak dapur. Kami yang langsung bersentuhan dengan penerima manfaat. Setiap keluhan atau masukan pertama kali disampaikan kepada kami,” ujar Prasetyo saat ditemui wartain.com. Senin (2/3/2026)

Meski memiliki tanggung jawab besar, Prasetyo mengaku bersyukur karena selama menjalankan tugasnya tidak ada keluhan negatif yang diterima. Justru sebaliknya, ia kerap mendapatkan apresiasi dari para siswa maupun pihak sekolah.

“Alhamdulillah selama saya bekerja sebagai pendistribusi ompreng, belum ada keluhan negatif. Banyak anak-anak sekolah dan pihak sekolah yang memberikan apresiasi,” katanya.

Menurutnya, tanggung jawab dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan. Ia meyakini, semakin baik kualitas yang diberikan dapur, maka dampak positifnya akan kembali kepada para pekerja.

“Saya harus bertanggung jawab penuh atas pekerjaan saya. Kalau kualitas perusahaan semakin baik, maka feedback-nya juga akan kembali kepada kami sebagai karyawan dapur,” tegasnya.

Lebih jauh, Prasetyo juga menilai program MBG membawa dampak sosial yang signifikan, tidak hanya bagi penerima manfaat tetapi juga bagi masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja.

“Program ini sangat terasa manfaatnya, terutama di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Sekarang tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, sering kali harus punya gelar. Dengan adanya dapur ini, ijazah bukan lagi penghalang,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa proses perekrutan tetap dilakukan secara profesional dan selektif. Para calon pekerja harus melalui tahapan wawancara hingga tes kesehatan sebelum diterima bekerja.

Keberadaan SPPG Yayasan Tanah Pelangi Nusantara-01 menjadi salah satu contoh implementasi program MBG yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru di daerah.

Dengan komitmen menjaga kualitas distribusi dan pelayanan, para pekerja dapur berharap program ini terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.