Wartain.com || Penurunan Angka Kematian Ibu-Angka Kematian Anak (AKI-AKB) serta penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) jadi prioritas program Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Puskesmas Cikembar Sukabumi dalam waktu dekat.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Cikembar, Nasihin saat ditemui wartain.com di kantornya pada Senin 29/4/2024.
Nasihin mengatakan wilayah Cikembar masuk kedalam wilayah yang beresiko kasus AKI-AKB karena termasuk salah satu wilayah yang penduduknya terbilang banyak.
“Untuk di Cikembar saat ini isu aktual yang sedang di tangani perihal AKI-AKB, jadi Cikembar termasuk ke wilayah yang beresiko AKI-AKB,” kata Nasihin.
Oleh karena itu Nasihin beserta jajarannya akan menggencarkan Program Perencanaan Persalinan dsn Pencegahan Komplikasi (P4K) untuk mengupayakan penurunan angka AKI-AKB yang dimana P4K sendiri merupakan program yang tengah digencarkan pemerintah.
Secara teknis Nasihin menjelaskan di bulan Mei, pihaknya akan terjun langsung untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan melibatkan kader, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
“Di bulan April ini kita sudah berencana untuk berkeliling ke desa-desa di wilayah kerja Puskesmas Cikembar dalam rangka menurunkan AKI-AKB meskipun angkanya tidak terlalu tinggi tapi tetap jadi perhatian kami,” ujarnya.
“Kita sudah merencanakan di bulan Mei akan ada 10 desa yang akan kita kunjungi. Kita akan mengumpulkan kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, nanti kerjasama dengan kades supaya akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk menurunkan AKI-AKB. Karena P4K merupakan salah satu program pemerintah yang harus kita dukung, dan P4K jadi salah satu upaya untuk menurunkan AKI-AKB,” tambah Nasihin.
Selain AKI-AKB, penanggulangan kasus DBD yang saat ini tengah melonjak jadi prioritas lainnya. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) jadi satu hal yang akan digencarkan dengan lebih mengedukasi masyarakat terkait 4M (Menguras, Mengubur, Menutup, dan Memantau) yang bersinggungan dengan pemberantasan jentik nyamuk dan pencegahan DBD.
“Kemudian penyakit menular dan tidak menular, tentunya seperti kejadian yang akhir-akhir ini lumayan banyak terjadi DBD, Cikungunya dan lainnya lagi” katanya.
“Kebanyakan masyarakat ketika terjadi kasus DBD itu minta di fogging, namun kami berharap yang menjadi hal utama dari penanganan DBD itu adalah PSN, itu yang intinya karena fogging itu dikhususkan untuk nyamuk yang terbilang sudah dewasa. Yang paling utama itu PSN dengan metode 4M,” tambahnya.
Nasihin ingin merubah stigma masyarakat untuk menggencarkan PSN dalam pencegahan DBD dari pada fogging atau pengasapan. Selain kegiatan PSN juga beriringan dengan program Kecamatan Cikembar yaitu peduli sampah, karena fogging sendiri terbilang cukup beresiko bagi warga yang mengidap gangguan pernafasan.
“Kami ingin merubah stigma masyarakat itu untuk PSN, jadi kedepannya pihak Kecamatan (Cikembar) juga menggulirkan program peduli sampah jadi beriringan dengan kita supaya bersinergis dengan pihak kecamatan,” jelasnya.
“Kalau di kita seperti biasa penyuluhan, setiap ada kasus kita kunjungi melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang PSN, menginformasikan kepada masyarakat bahwa fogging bukan menjadi satu hal yang utama, karena kita harus melihat dulu kondisi masyarakat takutnya ada yang mengidap gangguan pernafasan itu malah bisa jadi bahaya,” pungkasnya.***(RAF)
Foto: Wartain.com/Raka A. Firmansyah
