Wartain.com || Sebanyak 64 guru dari 36 sekolah telah menyelesaikan program Nihongo Partners (Japanese Languange Education Assistant) Japan Foundation Gelombang 23B selama 6 bulan. Tak hanya bahasa, program ini juga menanamkan nilai disiplin, karakter, dan pemahaman lintas budaya.
Salah satu peserta program, Eneng Sri Mulyati (guru SMKS Teknika Cisaat) mengaku, program Nihongo Partners memberikan pengalaman luar biasa.
“Saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis, tetapi juga banyak belajar tentang budaya, kedisiplinan, dan cara hidup orang Jepang,” ungkapnya di Aula Tikomdik Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (15/1/2026).
Senada, perwakilan Nihongo Partners asal Jepang, Ishioka Yuki (SMAN 1 Nagreg dan SMKN 1 Rancaekek) mengungkapkan, meskipun kemampuan bahasa Indonesianya masih terbatas, namun berkat kebaikan para guru dan siswa, ia bisa belajar dan menjalani hari-hari dengan penuh semangat.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Japan Foundation, Hirota Yoshihisa menyampaikan, program Nihongo Partners tidak hanya mengajarkan bahasa Jepang, tetapi juga membangun jembatan persahabatan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.
Mewakili Kadisdik Jabar, Kepala Bidang PSMK Disdik Jabar, Edy Purwanto menegaskan, program Nihongo Partners sejalan dengan upaya menyiapkan lulusan SMA/SMK yang siap bersaing di tingkat global, termasuk peluang bekerja di Jepang.
“Kami berharap kerja sama dengan Japan Foundation dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah. Sehingga, semakin banyak siswa yang siap secara bahasa, budaya, dan keterampilan untuk bersaing di tingkat global,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
