Wartain.comĀ – Kebijakan co-firing biomassa pada PLTU batubara dinilai sebagai solusi semu transisi energi yang justru memicu ancaman deforestasi dan konflik agraria, termasuk di wilayah Jawa Barat dan KPH Sukabumi.
Untuk membedah ketimpangan tersebut sekaligus memperkuat ruang aman warga, WALHI Jawa Barat, LBH Bandung, dan Trend Asia akan menggelar Diskusi dan Nonton Bareng (Nobar) bertajuk “Ngruwat Leuweung Pikeun Ngajaga Pajampangan”.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari / Tanggal: Sabtu, 26 September 2026
Waktu: 18.00 – 22.00 WIB
Lokasi: Saung Segog (Kebon Kacang), Kp. Waluran II, Desa Waluran, Kec. Waluran, Kab. Sukabumi
Acara terbuka untuk umum dan akan diisi dengan tiga agenda utama, yakni nonton bareng, diskusi bersama warga, serta pembagian bibit pohon.
Panitia penyelenggara dalam keterangannya menyebut, co-firing yang diklaim sebagai energi bersih berpotensi memperluas tekanan terhadap hutan dan ruang hidup warga di Pajampangan. Melalui layar film dan ruang diskusi, warga diajak membicarakan masa depan ruang hidup mereka sendiri.
“Ti layar, jadi bahan obrolan. Hayu urang nobar jeung ngobrolkeun masa depan ruang hidup urang. Ulah nepi ka kaliwat!” tulis penyelenggara dalam undangan yang diterima.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan LMDH Kanya Sakti, Karang Taruna, Jampang Tandang Makalangan, dan LSM Dampit Peduli Jampang.
Penyelenggara menegaskan bahwa diskusi ini menjadi bagian dari upaya kolektif menjaga hutan dan memperkuat solidaritas warga Pajampangan dalam menghadapi transisi energi yang tidak adil.***
Salam Adil dan Lestari!
Editor: Aab Abdul Malik
(Saeful Usman)
