Wartain.com – Pertandingan final antara Antam FC melawan Pespa Pawenang FC, yang digelar di Lapang Binakarya, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu 08/11/2026, berjalan sangat ketat sejak peluit kick-off dibunyikan wasit. Kedua tim sama-sama memperagakan permainan menyerang, namun disiplin tinggi guna menghindari kebobolan di menit-menit awal babak pertama terus diperagakan oleh kedua tim.
Sepanjang dua kali babak waktu normal yang disajikan, lini pertahanan kedua kesebelasan tampil sangat solid dan sulit ditembus. Barisan penyerang dari kedua belah pihak gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas yang tercipta di depan mulut gawang lawan.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal babak kedua, skor kacamata 0-0 tetap tidak berubah. Pertandingan final yang sengit ini terpaksa harus dilanjutkan melalui drama adu penalti guna menentukan pemenang mutlak.
Drama penentuan dari titik putih pun langsung menguras emosi para pemain serta ribuan penonton yang hadir di pinggir lapangan. Ketegangan memuncak tatkala algojo-algojo penalti dari kedua tim mulai maju menghadapi penjaga gawang masing-masing.
Dalam babak adu penalti yang mendebarkan tersebut, keberuntungan akhirnya berpihak kepada skuad Pespa Pawenang. Dua orang penendang dari kubu Antam FC sukses dibaca arah bolanya dan berhasil ditahan oleh kiper Pespa Pawenang, Usong.
Sebaliknya, empat orang eksekutor penembak dari pemain Pespa berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna tanpa satupun meleset. Kemenangan dramatis (4-2) ini memastikan Pespa Pawenang FC keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp10 juta, disusul Antam FC sebagai Juara 2 (Rp7 juta) dan Tower FC Juara 3 (Rp5 juta).***
Editor: Aab Abdul Malik
(Yosep)
