26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 16, 2026

Latest Posts

Viral Curhat TKW Asal Sukabumi Sakit Parah di Shanghai, Memohon Bantuan Agar Bisa Dipulangkan ke Indonesia

Wartain.com || Sebuah rekaman video yang memperlihatkan jeritan hati seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kota Sukabumi mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video tersebut, Lanti (46), yang saat ini berada di Shanghai, Cina, tampak terbaring lemah sambil menahan sakit dan memohon pertolongan agar dapat segera dipulangkan ke Indonesia untuk berobat.

Lanti diketahui merupakan warga Jalan Pemuda I Gang Sumber Jaya RT 03/07, Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Kondisinya disebut kian memprihatinkan akibat penyakit yang dideritanya, hingga membuatnya tak lagi mampu bekerja maupun beraktivitas normal.

Dengan suara lirih, Lanti menyampaikan permohonan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengaku sudah kehabisan tenaga dan tak memiliki biaya untuk pulang ke Tanah Air. Tubuhnya mengalami pembengkakan hampir di seluruh bagian, mulai dari perut hingga kaki.

“Pak Dedi, tolong saya. Saya TKW di Cina lagi sakit, mau pulang ke Indonesia untuk berobat tapi tidak punya biaya. Saya sudah tidak kuat, badan saya bengkak semua. Penyakit saya komplikasi, dari jantung, lambung, sampai gejala TBC,” ucapnya dalam video yang beredar.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh kakak kandung korban, Isop (55). Ia mengungkapkan bahwa adiknya mulai mengeluhkan gangguan kesehatan sejak pertengahan tahun 2025. Awalnya, Lanti hanya merasakan benjolan kecil di bagian perut, namun seiring waktu kondisinya terus memburuk.

“Awalnya dia cerita ke ibu, ada benjolan kecil di perut. Ibu sempat menyuruh pulang, tapi dia bilang belum punya uang,” kata Isop saat ditemui, Minggu (14/12/2025).

Menurut Isop, meski sakit, Lanti tetap memaksakan diri untuk bekerja. Hingga akhirnya komunikasi dengan keluarga sempat terputus selama beberapa bulan. Saat kembali menghubungi, kondisi perut Lanti sudah membesar dan ia mengaku kesakitan.

“Dia bilang mau pulang, tapi untuk urus surat-surat perlu biaya sampai Rp50 juta. Dia bingung harus dapat uang dari mana,” tuturnya.

Isop menjelaskan, adiknya memilih bekerja ke luar negeri sejak 2019 demi menopang ekonomi keluarga, khususnya untuk membiayai anak semata wayangnya. Selama di Cina, Lanti masih rutin mengirimkan uang untuk anaknya yang kini duduk di bangku kelas II SMA dan merupakan santri tahfidz Al-Qur’an.

Ironisnya, sejak berangkat ke luar negeri, Lanti belum pernah sekalipun bertemu kembali dengan sang anak.

“Ibu berharap ada yang bisa membantu memulangkan dia secepatnya. Sudah lama ibu tidak ketemu, kasihan juga anaknya. Waktu ditinggal masih kecil, sekarang sudah besar,” ujar Isop dengan nada harap.

Keluarga berharap perhatian dan bantuan dari berbagai pihak agar Lanti bisa segera kembali ke Indonesia dan mendapatkan penanganan medis yang layak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.