26.7 C
Jakarta
Selasa, September 22, 2026

Latest Posts

27 Tahun Jadi PMI di Arab Saudi, Warga Sukabumi Tak Kunjung Bisa Pulang

Wartain.com – Hampir tiga dekade menjadi pekerja rumah tangga di Arab Saudi, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sukabumi, Beti Sri Wahyuni (49), hingga kini belum dapat kembali ke tanah air.

Beti merupakan warga Kampung Lebaksiuh, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Ia berangkat ke Riyadh pada Desember 1999 untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

Namun, selama bekerja di Arab Saudi, Beti disebut tidak memperoleh hak berupa gaji secara layak. Bahkan, sejak keberangkatannya, ia nyaris tidak pernah menerima upah dari majikannya.

Hal tersebut disampaikan kakak Beti, Lukas (58), saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Kadudampit, Selasa (22/9/2026).

Menurut Lukas, Beti pernah menerima gaji selama satu bulan. Namun, uang tersebut kemudian kembali diambil oleh majikannya.

“Waktu itu, ini cerita dari adik saya itu, dia meminta gaji, dulu pernah dia diberi gaji itu cuman 1 bulan, itu pun dipinjam lagi, diambil lagi. Sampai sekarang tidak menerima lagi,” ujar Lukas.

Selama berada di rumah majikan, kebutuhan sehari-hari Beti disebut hanya dipenuhi dalam bentuk makanan dan tempat tinggal. Sementara itu, ia tidak menerima upah dan disebut tidak diperbolehkan kembali ke Indonesia.

Keluarga Sempat Mengira Beti Meninggal

Lamanya Beti tidak memberikan kabar membuat keluarga di Sukabumi kehilangan harapan. Pada 2010, keluarga bahkan sempat menduga Beti telah meninggal dunia.

Lukas mengatakan saat itu keluarga tidak lagi mengetahui keberadaan maupun kondisi adiknya.

“Jadi keluarga sempat mengira sudah meninggal. Sudah tidak ada harap-harapan lagi gitu,” tuturnya.

Harapan keluarga kembali muncul pada 2023. Informasi mengenai keberadaan dan kondisi Beti ditemukan melalui unggahan di media sosial Facebook milik seorang PMI.

Sejak saat itu, keluarga kembali dapat berkomunikasi dengan Beti. Namun, komunikasi tersebut masih terbatas karena Beti tidak memegang telepon seluler sendiri.

Untuk menghubungi keluarga, Beti selama ini menggunakan telepon genggam milik rekannya yang merupakan warga Filipina dan bekerja di tempat yang sama.

“Iya, terakhir komunikasi sama Beti kemarin malam Selasa itu. Dia pakai HP temannya orang Filipina,” kata Lukas.

Keluarga Minta Bantuan Pemulangan

Pihak keluarga kini berupaya mencari jalan agar Beti dapat segera kembali ke Sukabumi. Mereka telah berkoordinasi dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan memantau proses penanganan melalui Perwakilan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.

Keluarga juga mengaku telah mencoba meminta pertanggungjawaban dari perusahaan yang disebut sebagai penyalur keberangkatan Beti ke Arab Saudi.

“Saya juga pernah meminta pertanggungjawaban kepada PT Arsina,” paparnya.

Menurut keluarga, proses pemulangan Beti masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya berkaitan dengan pihak majikan di Arab Saudi.

Keluarga berharap berbagai pihak dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut sehingga Beti yang telah puluhan tahun berada di luar negeri dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Sukabumi.

“Keinginan keluarga berharap kepada semua pihak untuk membantu, tolonglah untuk pemulangan adik saya. Karena dia sudah terlalu lama bekerja, diam di rumah orang. Kami sangat-sangat berharap dia dipulangkan secepatnya,” pungkas Lukas.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.