Wartain.com || Gelombang ketidakpuasan muncul dari warga RT 01/RW 02 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Sekitar 70 warga, mayoritas ibu rumah tangga, melayangkan protes terhadap kebijakan pembangunan infrastruktur desa yang dinilai timpang dan tidak merata.
Warga menyuarakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Desa Karangtengah yang dinilai mengabaikan kondisi jalan rusak parah di wilayah mereka, sementara daerah lain, seperti RT 02 yang lebih dekat ke pusat pemerintahan desa, justru beberapa kali mendapat prioritas pembangunan meski kondisi jalannya dinilai masih layak.
“Kami hanya ingin diperlakukan adil. Selama ini RT 01 seperti luput dari perhatian,” ujar Nia, salah satu warga yang turut memimpin inisiatif penyampaian aspirasi, Minggu (3/8/2025).
Menurut Nia, jalan lingkungan di wilayah Kampung Situ 1, yang berada di sekitar area gudang pupuk, sudah dalam kondisi rusak selama bertahun-tahun namun belum pernah mendapatkan perbaikan signifikan, bahkan sejak kepemimpinan kepala desa saat ini.
Sebagai bentuk ketegasan warga, surat protes resmi telah dikirimkan kepada Kepala Desa Karangtengah, Agung Pratama Putra, dan ditembuskan kepada Bupati Sukabumi, Camat Cibadak, Kapolsek, Danramil, dan Ketua BPD. Isi surat menekankan harapan agar pemerintah desa segera meninjau langsung kondisi lapangan dan membuka ruang dialog bersama warga.
Namun hingga kini, warga mengaku belum mendapat tanggapan langsung. Respons dari Kepala Desa disebut hanya diberikan melalui pesan suara (voice note) dan dinilai kurang menjawab substansi keluhan masyarakat.
“Kami tidak ingin membuat kegaduhan. Kami hanya ingin didengarkan langsung. Kalau memang ada sistem prioritas pembangunan, kami ingin tahu indikatornya apa. Jangan sampai selalu yang dekat kantor desa yang diperhatikan,” tambah Nia.
Kritik juga disampaikan terhadap lemahnya komunikasi antara pengurus RT/RW dan warga. Warga menilai, saluran komunikasi seperti grup WhatsApp RT seharusnya bisa lebih dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi program desa dan menyerap aspirasi.
“Warga RT 01 ini ada hampir 100 KK. Kami tidak sedang mencari panggung. Kami ingin pembangunan desa yang adil dan terbuka, serta komunikasi yang aktif antara warga dan aparat,” imbuhnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Karangtengah, Agung Pratama Putra, menyampaikan pernyataan singkat. “No comment. Saya sudah menjelaskan kepada RT dan RW setempat,” ujarnya. Terkait isi surat warga, Agung mengaku belum bisa memverifikasi keabsahannya. “Kalau surat itu benar atau tidak, saya tidak bisa pastikan. RT dan RW juga tidak menandatangani,” katanya.
Ia menambahkan bahwa persoalan yang disampaikan warga sudah dijelaskan dalam forum bersama RT dan RW sebelumnya. “Mungkin ada miskomunikasi soal regulasi dan prioritas anggaran. Tapi semuanya sudah dikoordinasikan lewat perangkat desa,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Cibadak, Mulyadi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari warga. “Setelah menerima surat itu, saya langsung koordinasi dengan Kepala Desa. Saya kira perlu diselesaikan dulu secara internal antara warga dan pemerintah desa,” ujarnya.
Warga RT 01 kini berharap adanya langkah nyata dari pemerintah desa untuk menjawab aspirasi mereka. Mereka menekankan, pembangunan desa tidak boleh berat sebelah. “Pembangunan bukan soal lokasi, tapi kebutuhan. Kami hanya ingin dilibatkan, didengar, dan diperlakukan setara,” tutup Nia.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
