Wartain.com || Plt Camat Cikembar bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bersama melakukan peninjauan Daerah Irigasi (DI) Cibodas, Selasa 12/08/2025.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan normalisasi perairan para petani yang ada di wilayah Cikembar khususnya di Desa Bojongraharja.
Lenni Nurliah Plt Camat Cikembar menerangkan bahwa peninjauan dilakukan 2.5 jam mulai dari hulu hingga melewati kawasan hutan Gunungguruh untuk mencari penyebab terhambatnya aliran air ke Desa Bojongraharja.
“Ditemukan sejumlah kendala seperti pendangkalan, penyempitan saluran, longsor, hingga penumpukan sampah di hulu,” ucapnya.
Lebih lanjut Lenni menerangkan bahwa opsi awal adalah pengerukan dan pelebaran. Tapi setelah melihat kondisi medan dan kerusakan mereka merekomendasikan fokus pada pembangunan irigasi dangkal (irdang) di Desa Bojongraharja.
“Irigasi dangkal akan lebih cepat memenuhi kebutuhan air petani di Kampung Sedamukti dan Cioray,” tambahnya.
Lenni menambahkan, pembangunan irdang akan diajukan ke Dinas Pertanian dan dikomunikasikan dengan DPRD.
Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan saluran oleh para petani agar pasokan air tetap terjaga.
Sementara Muhammad Ali Koordinat BPP Cikembar pun menyatakan bahwa jika Irigasi itu tetap diperbaiki atau dibangun akan percuma.
“Solusinya yang paling cepat adalah dengan pembangunan irigasi dangkal. Jadi irigasi dangkal itu nanti pada blok-blok yang ada sawahnya akan dibuatkan sumur bor. Nanti dibikin bak penampungan, terus nanti dialirkan ke sawah-sawah,” ujarnya.
Ia berpendapat bahwa hal tersebut dinilai lebih efektif dan lebih efisien dan biayanya pun tidak terlalu besar untuk penyelamatan para petani di Desa tersebut,” tambah Ali.
Menurut keterangan Denden Sekretariat Desa (Sekdes) Bojongraharja kendala irigasi ini berdampak pada sekitar 45 hektare lahan di Kampung Cioray dan lebih dari 50 hektare di Sadamukti.***
Foto : Intan
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
