Wartain.com – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, memberikan apresiasi terhadap langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem ojek online.
Menurut Anto, langkah tersebut menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil, khususnya jutaan mitra pengemudi transportasi daring yang selama ini menantikan kepastian hukum terkait status dan perlindungan kerja mereka.
Anto menilai keterlibatan langsung Dasco bersama jajaran pemerintah dalam menyerap aspirasi Koalisi Ojol Nasional merupakan sinyal kuat bahwa negara hadir untuk menyelesaikan persoalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan para pengemudi.
“PPJNA 98 memandang apa yang dilakukan Sufmi Dasco Ahmad adalah bentuk keberpihakan kepada rakyat kecil. Beliau tidak hanya mendengar aspirasi, tetapi mengawal langsung proses penyusunan regulasi agar benar-benar menjawab kebutuhan para pengemudi ojek online,” kata Anto Kusumayuda dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Anto menyebut pengemudi ojol sebagai salah satu kelompok pekerja yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun selama ini mereka masih menghadapi berbagai ketidakpastian dalam hubungan kemitraan dengan perusahaan aplikator.
Karena itu, PPJNA 98 menilai kehadiran Perpres akan menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem transportasi digital yang lebih adil dan berkelanjutan. Pembahasan yang telah memasuki tahap finalisasi disebutnya sebagai kabar baik bagi jutaan pengemudi.
“Selama ini pengemudi sering berada dalam posisi yang tidak pasti. Dengan adanya Perpres ini, kami berharap seluruh pihak memperoleh kepastian hukum, baik pengemudi maupun perusahaan aplikator, sehingga hubungan kemitraan menjadi lebih sehat,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan ojol tidak bisa diselesaikan secara sektoral karena menyangkut aspek transportasi, ketenagakerjaan, hukum, UMKM hingga ekonomi digital. Koordinasi lintas kementerian yang dipimpin Dasco dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dan DPR untuk menghasilkan regulasi yang komprehensif.
PPJNA 98 juga menyambut positif komitmen pemerintah untuk memastikan implementasi pembagian tarif sebesar 92 persen bagi pengemudi dan 8 persen bagi aplikator benar-benar berjalan di lapangan. Anto menyebut skema tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap pendapatan para pengemudi.
“Kalau kebijakan ini dapat diterapkan secara konsisten, tentu akan meningkatkan kesejahteraan para pengemudi. Yang terpenting sekarang adalah pengawasan terhadap implementasinya agar tidak hanya berhenti sebagai aturan di atas kertas,” katanya.
Anto juga mengapresiasi rencana pemerintah memasukkan pengemudi ojol sebagai bagian dari pelaku usaha mikro. Menurutnya, kebijakan tersebut akan membuka akses yang lebih luas bagi para pengemudi terhadap berbagai program pemerintah, mulai dari pembiayaan, pelatihan, hingga pengembangan usaha.
“Ini langkah maju. Selama ini banyak pengemudi yang menggantungkan kehidupan keluarganya dari profesi ini. Ketika mereka diakui sebagai pelaku UMKM, maka peluang untuk meningkatkan kapasitas usaha menjadi jauh lebih besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anto mengatakan pendekatan dialog yang dilakukan Dasco patut diapresiasi karena mengedepankan musyawarah dengan seluruh pemangku kepentingan sebelum regulasi diterbitkan. Proses tersebut dinilai mencerminkan semangat demokrasi dalam penyusunan kebijakan publik.
“Dasco memilih mendengar langsung suara para pengemudi sebelum Perpres diterbitkan. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang lahir bukan sekadar keputusan administratif, tetapi hasil dari proses dialog yang melibatkan masyarakat,” katanya.
PPJNA 98 berharap Perpres tentang ekosistem ojol dapat segera diterbitkan sesuai target sehingga memberikan kepastian hukum bagi jutaan pengemudi, perusahaan aplikator, serta masyarakat sebagai pengguna layanan transportasi online.
“Perpres ini harus menjadi solusi, bukan sekadar regulasi. Kami berharap implementasinya benar-benar berpihak kepada rakyat kecil, meningkatkan kesejahteraan pengemudi, menjaga iklim usaha tetap sehat, dan memberikan kepastian bagi semua pihak. Apa yang dilakukan Dasco menunjukkan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat kecil, dan itu layak diapresiasi,” pungkas Anto.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
