Wartain.com || Raut bahagia terpancar dari wajah siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Citigeu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Mereka dengan penuh semangat menyambut kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Dapur SPPG Sindangresmi.
Program ini menghadirkan menu makanan sehat dan bergizi yang disiapkan sesuai standar gizi seimbang. Setiap porsi berisi nasi, lauk pauk, sayur, dan buah yang disajikan secara variatif agar anak-anak tidak merasa bosan.
Kepala Dapur SPPG Sindangresmi, Wendy Suhendi, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan bentuk komitmen untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
“Wilayah seperti Citigeu dan Tanjungsari termasuk daerah yang cukup jauh dan medannya masih sulit dijangkau. Perjalanan kami ke lokasi bisa memakan waktu hingga satu jam dengan kondisi jalan yang cukup ekstrem,” ungkap Wendy Senin 20/10/2025.
Meski demikian, semangat tim SPPG tidak surut. Dengan kuota penerima manfaat mencapai 2.361 anak, seluruh target di wilayah Sindangresmi berhasil tercapai.
“Alhamdulillah, antusias anak-anak, warga, dan guru luar biasa. Kami terus berupaya agar distribusi makanan tepat waktu dan tepat sasaran,” tambahnya.
Wendy berharap, program MBG ini mampu membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala SDN Citigeu, Abdul Kohar, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada pihak SPPG Sindangresmi.
“Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Tidak semua anak bisa sarapan sebelum berangkat ke sekolah, jadi dengan adanya MBG semua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk menikmati makanan bergizi,” ujarnya.
Abdul menambahkan, di SDN Citigeu terdapat 208 siswa yang terdiri dari kelas bawah dan kelas atas, dan seluruhnya merasakan manfaat program tersebut.
“Anak-anak sangat senang setiap kali mendengar ada pembagian makanan bergizi. Antusiasme mereka luar biasa,” tutupnya dengan senyum.
Program MBG diharapkan terus berlanjut sebagai langkah nyata mendukung tumbuh kembang anak-anak di wilayah pedesaan, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing tinggi.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
