Wartain.com – Rasa syukur dan kebanggaan menyelimuti keluarga besar MTs Nurul Hidayah Waluran. Pada tahun 2025, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, madrasah tersebut menerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata yang diserahkan langsung oleh Bupati Sukabumi.
Penghargaan bergengsi di bidang lingkungan ini dimaknai bukan sebagai akhir pencapaian, melainkan sebagai awal dari komitmen berkelanjutan untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
Kepala MTs Nurul Hidayah Waluran, Fazri Mulyono, S.Pd, menegaskan, penghargaan Adiwiyata merupakan sebuah amanah besar. Amanah untuk terus menghidupkan Pendidikan Lingkungan Hidup sebagai bekal masa depan santri dan masyarakat.
Seperti terlihat dalam dokumentasi kegiatan, MTs Nurul Hidayah Waluran tidak hanya mengajarkan teori lingkungan di dalam kelas, tetapi menghidupkannya dalam aksi nyata sehari-hari.
Para santri diajarkan tentang hakikat lingkungan hidup, bahwa lingkungan adalah satu kesatuan utuh antara komponen biotik, yakni manusia, hewan, tumbuhan hingga mikroorganisme, dengan komponen abiotik seperti air, tanah, udara, dan cahaya. Keduanya saling terhubung dalam sebuah ekosistem yang wajib dijaga keseimbangannya.
Pentingnya menjaga keseimbangan ini berkaca pada kerusakan lingkungan yang terjadi hari ini. Seperti bencana longsor dan banjir yang pernah melanda wilayah Pajampangan, Waluran, dan Sukabumi Selatan pada Desember 2024 lalu, yang menjadi dampak nyata dari ketidakseimbangan ekosistem.
Kerusakan tersebut, lanjutnya, tidak hanya mencemari air, udara, dan tanah, tetapi juga secara langsung mengancam keberlangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, peran pendidikan lingkungan di sekolah menjadi sangat vital.
Di MTs Nurul Hidayah Waluran, komitmen tersebut diwujudkan dalam empat pilar utama: meningkatkan kesadaran peserta didik, mendorong aksi pelestarian nyata, membentuk kebiasaan ramah lingkungan, dan mendukung program komunitas.
Aksi nyata itu dijalankan setiap hari melalui konsep daur ulang sampah menjadi kreasi bernilai, penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan seperti menghemat air wudhu, memilah sampah pada tempatnya, hingga konservasi alam dengan menanam dan merawat tanaman di lingkungan madrasah.
Penghargaan Adiwiyata 2025 menjadi bukti bahwa efek positif dari pendidikan lingkungan telah tumbuh subur di madrasah ini. Kesadaran santri meningkat, perilaku menjadi lebih bertanggung jawab, karakter positif terbentuk, dan aksi kolektif menjadi lebih kuat.
Ini adalah ikhtiar untuk membangun karakter peserta didik yang mencintai lingkungan sebagai bagian dari iman, karena menjaga bumi adalah menjaga masa depan.
“Terima kasih kepada Bupati Sukabumi, DLH Kabupaten Sukabumi, Yayasan, para guru, dan seluruh santri. Mari kita jaga Hanjuang Barat, kita jaga Waluran, kita jaga bumi ini,” ucap Fazri Mulyono dalam keterangannya, Jumat, 23/10/2026.
MTs Nurul Hidayah Waluran. Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas. Madrasah Adiwiyata, Madrasah Hebat Bermartabat.
Editor: Aab Abdul Malik
(Saeful Usman)
