26.7 C
Jakarta
Rabu, Februari 11, 2026

Latest Posts

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban 1447 H, Menurut Tradisi Umat Islam Indonesia

Wartain.com || Umat Islam telah memasuki bulan Sya’ban 1447 Hijriah sejak 20 Januari 2025 lalu, sebagaimana diumumkan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU). Dengan perhitungan tersebut, malam Nisfu Sya’ban jatuh pada Senin malam, 3 Februari 2026.

Malam Nisfu Sya’ban dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam kalender Islam. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang populer dibaca pada malam Nisfu Sya’ban berasal dari Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani. Doa ini diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan tercantum dalam kitab Ghunyah ath-Thalibin.

Doa tersebut berisi permohonan ampun, perlindungan dari keburukan, serta harapan agar diberikan kesehatan, keselamatan, ketakwaan, dan kemudahan hidup. Inti dari doa ini adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Makna utama dari doa ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk yang penuh kekurangan dan membutuhkan rahmat Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Selain doa dari Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, terdapat pula doa Nisfu Sya’ban yang banyak dibaca secara berjamaah di berbagai daerah, khususnya yang bersumber dari Kitab Perukunan Melayu.

Doa ini memuat permohonan agar Allah menghapus catatan buruk dalam Lauh Mahfuzh dan menggantinya dengan catatan kebaikan, kelapangan rezeki, serta keberkahan hidup.

Dalam tradisi masyarakat Muslim Indonesia, doa ini biasanya dibaca setelah salat Maghrib, disertai dengan pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali.

Membaca Surat Yasin tiga kali pada malam Nisfu Sya’ban menjadi amalan yang cukup populer. Setiap bacaan Yasin biasanya disertai niat berbeda, yaitu:

Memohon panjang umur dalam ketaatan.
Memohon rezeki yang halal dan berkah.
Memohon keteguhan iman hingga akhir hayat.

Setelah itu, jamaah bersama-sama memanjatkan doa Nisfu Sya’ban dengan penuh kekhusyukan.

Lebih dari sekadar ritual, malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum spiritual untuk melakukan introspeksi diri. Umat Islam diajak mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.

Dengan memperbanyak doa, dzikir, serta amal kebaikan, malam Nisfu Sya’ban diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus menata kembali niat hidup ke arah yang lebih baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.