26.7 C
Jakarta
Selasa, April 28, 2026

Latest Posts

Belasan Tahun Terpendam, Dugaan Pencabulan oleh Oknum Guru di Surade Kembali Terungkap

Wartain.com || Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang guru dan pelatih volly di salah satu sekolah/madrasah di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kembali mencuat setelah seorang mantan siswa, GM (30), akhirnya berani bersuara. Peristiwa yang disebut terjadi pada 2013 itu selama ini dipendam GM hingga ia memutuskan membuat laporan resmi pada Senin (17/11) ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi.

GM, yang kini telah menikah dan memiliki dua anak, datang ke kantor DP3A dengan didampingi anggota KNPI serta aktivis lembaga swadaya masyarakat guna mendapatkan dukungan moral. Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, membenarkan laporan tersebut dan menyebut kasus ini kembali menjadi sorotan setelah informasi di media sosial menyebut bahwa terduga pelaku memiliki lebih dari sepuluh korban.

Agus menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan penelusuran setelah kabar itu ramai di dunia maya. “Begitu ada informasi dari medsos, kami langsung cek. Korban kami undang untuk wawancara awal untuk mengetahui kebenarannya,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

DP3A juga menurunkan tim UPTD wilayah Selatan untuk melakukan investigasi lebih jauh, terutama terkait potensi adanya korban lain. Terduga pelaku, berinisial ES, diketahui merupakan seorang PNS di bawah naungan Kementerian Agama. Pihak Kemenag disebut telah memanggil ES, meski belum ada tindak lanjut resmi terkait statusnya.

Agus menegaskan bahwa DP3A berfokus pada pendampingan psikologis korban, sementara aspek hukum berada di tangan kepolisian.

“Kami mendampingi dari sisi psikologis. Urusan hukum akan ditangani polisi. Termasuk kalau ada korban lain, kami siap menelusuri,” tegasnya.

DP3A mengimbau siapa pun yang merasa pernah menjadi korban untuk tidak takut melapor. “Identitas korban akan kami jaga. Jika memang terjadi kekerasan seksual, kami harap korban lainnya berani menyampaikan laporan,” jelas Agus.

Meski peristiwa yang dilaporkan GM terjadi lebih dari satu dekade lalu, pihak DP3A berharap keberanian GM akan membuka jalan menuju kejelasan kasus.

“Kejadiannya sudah lama, 2013. Kenapa korban tidak melapor waktu itu, mungkin ada ketakutan atau tekanan tertentu. Ini yang sedang kami dalami,” tambahnya.

DP3A memastikan akan kembali menurunkan tim untuk menggali keterangan lebih jauh. “Tim akan turun lagi untuk menelusuri apa yang disampaikan GM,” tutup Agus.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.