Wartain.com || Aktivitas pembelajaran di sejumlah sekolah di Kabupaten Sukabumi mengalami penyesuaian selama Ramadan 1447 Hijriah. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengarahkan satuan pendidikan untuk menitikberatkan pembinaan karakter spiritual tanpa mengesampingkan kewajiban akademik.
Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyatakan sekolah diberikan keleluasaan mengatur kurikulum selama bulan puasa.
“Sekolah diwajibkan menyusun jadwal kegiatan seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an pagi, sholat dhuha berjamaah, dan bakti sosial,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan membangun nilai empati, kedisiplinan, dan kepedulian sosial di kalangan siswa melalui rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial.
Penyesuaian juga dilakukan pada teknis Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Jam masuk sekolah diatur paling awal pukul 08.00 WIB, sementara durasi jam pelajaran dikurangi dari 45 menit menjadi 35 menit.
“Kami ingin menciptakan keseimbangan antara kewajiban akademik dan fokus ibadah,” kata Deden.
Selain itu, jadwal libur sekolah disesuaikan dengan Cuti Bersama Nasional agar selaras dengan agenda keluarga selama Ramadan dan Idulfitri.
Disdik berharap kebijakan ini tidak hanya menjaga ritme pembelajaran, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter siswa.
“Harapannya, pasca Ramadan nanti, siswa tidak hanya kembali dengan pengetahuan umum yang terjaga, tetapi juga dengan karakter yang lebih santun dan religius,” pungkas Deden.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
