26.7 C
Jakarta
Selasa, Mei 26, 2026

Latest Posts

Gema Takbir Berkumandang di Sudut Kampung Cikawung, Sambut Idul Adha 1447 H

Wartain.com – Malam menjelang Idul Adha 1447 H di Kampung Cikawung RT 004 RW 003, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dimulai dengan kumandang takbir yang mengalun pelan dari arah Masjid Al-Hidayah. Suara itu menjadi penanda bahwa warga mulai menyambut hari raya kurban dengan penuh khidmat.

Sejak ba’da Maghrib, halaman Mushola An-Nur sudah dipenuhi anak-anak, remaja, hingga orang tua. Mereka membawa bedug kecil, kentongan bambu, dan alat seadanya. Tidak ada pawai obor, tidak ada iring-iringan panjang. Hanya lingkaran-lingkaran kecil warga yang duduk bersama mengumandangkan takbir.

Anak-anak yang baru belajar memukul bedug tampak bersemangat. Pukulan mereka kadang belum beraturan, tapi semangatnya menular ke seluruh penjuru halaman. Orang tua di samping mereka sesekali membenarkan tempo, sambil tersenyum melihat antusiasme itu.

Takbiran dipimpin secara bergilir oleh para remaja dan orangtua. Suara “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah wallahu Akbar” mengalun bergantian, disambut serempak oleh warga yang hadir. Gema itu merambat hingga ke rumah-rumah di sekitar kampung.

Di beberapa sudut kampung, warga yang tidak bisa datang ke masjid atau mushola ikut mengumandangkan takbir dari halaman rumah. Suara pengeras suara kecil dipasang seadanya, agar lantunan takbir tetap terdengar hingga ke gang-gang sempit.

Ustadz Sadudin, tokoh agama setempat, mengatakan takbiran di Kampung Cikawung RT 004 RW 003, memang sengaja dibuat sederhana. “Kami ingin anak-anak merasakan bahwa takbiran itu bukan soal kemeriahan, tapi soal menghidupkan malam Idul Adha dengan zikir dan kebersamaan,” ujarnya.

Suasana semakin khidmat menjelang pukul 21.00 WIB. Lantunan takbir terdengar lebih pelan, lebih teratur. Warga mulai duduk bersila, menutup mata sejenak, seolah meresapi makna setiap kalimat yang mereka ucapkan.

Beberapa ibu-ibu menyiapkan teh hangat dan gorengan untuk para peserta takbiran. Tidak ada hidangan mewah, hanya camilan sederhana yang dibagikan dari tangan ke tangan. Kebersamaan itu membuat malam terasa hangat meski udara kaki gunung mulai dingin.

Anak-anak yang mulai mengantuk tetap bertahan di barisan. Mereka diajak orang tua untuk tidak meninggalkan majelis takbir sampai selesai. Bagi warga, ini adalah cara mendidik generasi muda agar cinta pada tradisi keagamaan.

Rencananya takbiran berlangsung hingga dinihari, menjelang pelaksanaan Shalat Id. Warga berdoa bersama memohon agar Idul Adha esok hari berjalan lancar dan ibadah kurban mereka diterima Allah SWT.

Malam itu, Kampung Cikawung khususnya di RT 004 RW 003, tidak gemerlap oleh lampu hias. Yang ada hanya cahaya lampu mushola dan gema takbir yang perlahan mereda, meninggalkan rasa tenang di hati setiap warga yang hadir.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.