Wartain.com – Kementerian Pendidikan melalui program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah terus mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang transparan, berkeadilan, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan webinar SPMB Ramah yang digelar pada Rabu (10/6/2026).
Webinar tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan untuk memahami dan memperkuat implementasi SPMB Ramah di berbagai daerah.
Kegiatan ini menekankan pentingnya memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi. Dalam webinar tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai berbagai aspek penting pelaksanaan SPMB Ramah.
Materi yang dibahas meliputi praktik baik sosialisasi petunjuk teknis (juknis) oleh pemerintah daerah kepada satuan pendidikan, peran kepala sekolah dalam mempersiapkan dan melaksanakan SPMB Ramah, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sekolah swasta dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Melalui pendekatan yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang berpihak kepada peserta didik, SPMB Ramah diharapkan mampu memberikan kepastian layanan pendidikan yang adil bagi seluruh calon murid.
Selain mengikuti webinar secara daring melalui Zoom dan siaran langsung, para kepala sekolah juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan maupun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan SPMB Ramah di daerah masing-masing. Pertanyaan yang masuk akan dibahas dan dijawab oleh narasumber selama kegiatan berlangsung.
Penyelenggara berharap webinar ini dapat meningkatkan pemahaman para kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan mengenai kebijakan serta mekanisme SPMB Ramah, sehingga pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan optimal, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pihak terkait, SPMB Ramah diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan dapat diakses oleh semua anak Indonesia.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
