Wartain.com – Peristiwa kebakaran melanda sebuah rumah permanen di Kampung Hegarmanah Pasirjati RT 02 RW 04, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat sore, 24/7/2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik.
Upaya pemadaman tidak berjalan mulus. Jalan menuju rumah warga tersebut terlalu sempit untuk dilalui mobil pemadam, sehingga petugas harus mencari cara lain agar api cepat dipadamkan.
Laporan masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi. Merespons laporan itu, 3 unit armada dari Pos Damkar Palabuhanratu segera meluncur dan tiba di lokasi pukul 15.40 WIB.
Sesampainya di titik kejadian, kendaraan pemadam mentok di jalan utama. Lokasi rumah berada di dalam pemukiman. Petugas akhirnya menarik dan membentangkan selang sepanjang jalan bersama warga untuk menjangkau titik api.
Kabid Pemadaman Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan kondisi geografis jadi kendala utama.
“Lokasinya berada di dalam perkampungan dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Jadi kami harus menarik selang sampai ke titik kebakaran dengan bantuan masyarakat,” jelas Erwin.
Setelah jalur air siap, petugas langsung menyemprotkan air ke sumber api. Saat itu kondisi rumah sudah terbakar sekitar 60 persen.
Berkat kerja keras petugas dan bantuan warga, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam.
Dari hasil pengecekan awal, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sementara kerugian materi masih dihitung oleh pihak terkait.
“Kami masih melakukan pendataan terkait kerugian akibat kebakaran ini,” kata Erwin.
Terpisah, dihubungi lewat saluran telepon, Perangkat Desa Cikakak (Kepala Dusun), Rama Diansyah Muhammad Fauzi, saat dikonfirmasi pada Sabtu 25/7/2026 membenarkan rumah milik warganya yang terbakar.
“Betul kemarin rumah salahsatu warga yang bernama Ibu Nengsih mengalami kebakaran, akibat koresleting listrik. Beruntung, pemilik sedang tidak ada di rumah, jadi tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Akibat kejadian ini, Ibu Nengsih ditaksir rugi hingga puluhan juta rupiah. Sebagian besar isi rumah tidak bisa diselamatkan karena cepatnya kobaran api.
Pemerintah desa saat ini fokus mendata kerusakan untuk laporan bantuan. Damkar pun mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama di permukiman padat yang aksesnya sulit dilalui kendaraan besar.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
