Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi terus menunjukkan keseriusannya dalam mendorong perekonomian umat yang berdasarkan pada prinsip keislaman, gotong royong, dan kebersamaan.
Menurut Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, visi pembangunan di Kota Sukabumi tidak semata-mata difokuskan pada aspek fisik dan perekonomian, tapi juga pada penguatan harmoni dan kerukunan hidup masyarakat.
“Sukabumi saat ini tercatat sebagai 10 besar kota paling toleran di Indonesia dan menempati peringkat keenam. Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan di sini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga menjaga tata nilai hidup bersama yang harmonis dan damai,” ujar Ayep Zaki, (15/6/2025).
Salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan pemerintah adalah pembentukan Koperasi Merah Putih. Koperasi tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian umat, berdasarkan prinsip gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.
Selain koperasi, Pemerintah Kota Sukabumi juga tengah mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah. Langkah ini diwujudkan melalui sinergi koperasi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga wakaf, zakat, dan sedekah, demi terciptanya kemandirian dan pemerataan ekonomi.
Wali Kota Ayep Zaki juga menyampaikan, dana abadi umat Sukabumi saat ini mencapai lebih dari Rp200 juta. Dana tersebut disimpan pada instrumen syariah di Bank BJB Syariah, dengan imbal hasil berkisar 7,2 hingga 9 persen. “Saya ingin nantinya tersedia anggaran yang terus bergulir demi kepentingan umat. Sukabumi tengah bergerak mencapai visi bangsa, yaitu mensejahterakan rakyat dan mencerdaskan hidup masyarakat. Tapi, hal ini tidak dapat terwujud tanpa dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Melalui pendekatan yang berdasarkan pada semangat toleransi, kerja sama, dan pemberdayaan, Pemerintah Kota Sukabumi berharap dapat menjadi kota yang religius, inklusif, dan adil secara ekonomi demi kesejahteraan warganya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
