19.5 C
New York
Sabtu, Juni 15, 2024

Latest Posts

Ketum NU, Ingatkan Rakyat Indonesia Memilih Presiden Dengan Cermat

Wartain.com, Jakarta || Menyikapi kontalasi politik di Indonesia, yang akhir-akhir ini sedang memanas. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengingatkan, agar rakyat Indonesia tidak salah memilih, lcalon presiden dan calon wakil presiden yang dapat merusak bangsa dan negara. Hal itu tentu dapat dicermati dari rekam jejak, baik selama berkarier hingga menjalani kontestasi Pilpres 2024.

“Itu harus menjadi kesadaran semua orang, bahwa nomor satu terlepas dari segala macam kompetisi, persaingan, dan sebagainya, itu keutuhan bangsa dan negara nomor satu. Survival bangsa negara itu nomor satu,” tutur Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu 02/09/2023.

“Dan saya kira rakyat harus menjadikan ini juga sebagai tolak ukur, kalau ada aktor yang main rusak-rusakan ya jangan dipilih, itu saja. Menurut saya ya harus begitu,” sambungnya.

Namun begitu, Gus Yahya tentu memahami posisinya sebagai Ketum PBNU. Sehingga, dia pun tidak bisa sembarangan mendeklarasikan dukungannya terhadap salah satu calon presiden.

“Saya sebagai pribadi memang punya preverensi, sebagai pribadi jelas. Tetapi karena saya ini Ketua Umum PBNU, saya harus menahan diri untuk tidak mengumbar preverensi pribadi saya dalam artikulasi publik. Karena saya Ketua Umum. Kalau saya warga biasa bukan pengurus, ya bisa semau saya,” jelas dia.

Gus Yahya menyatakan, yang paling bertanggung jawab atas berjalannya Pemilu aman dan damai adalah para aktor politik yang berkontestasi.

“Bagaimana kelakuan mereka di dalam berkompetisi, itu yang paling menentukan,” ujarnya.

Kembali Gus Yahya menyatakan tidak dapat sembarangan mengumbar sosok pilihannya dalam Pilpres 2024. Yang pasti, semua pihak diharapkan dapat menjalani proses perbedaan pilihan politik dengan kepala dingin.

“Saya harus menahan diri supaya tidak timbul kesalahpahaman seolah-olah saya menggunakan jabatan saya sebagai ketum dan lembaga organisasi ini untuk politik praktis, maka saya tidak bisa melakukan artikulasi seperti itu. Ya itu harga menjadi ketua umum begitu, memang nggak boleh mengumbar,” pungkas Gus Yahya.***

Sumber/Foto : liputan6.com/Nanda Perdana Putra

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan/Godam)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.