Wartain.com || Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober sebagai tonggak sejarah persatuan dan cinta tanah air yang lahir dari para pemuda. Untuk itu, momen peringatannya setiap tahun menjadi waktu tepat untuk mengingat kembali semangat persatuan dan kesatuan.
Pada momen Hari Sumpah Pemuda 2025 ini, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, yang sekaligus sebagai presidium MD KAHMI Sukabumi dan Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Aam Abdul Salam, S.Ag menyampaikan pesan mendalam. Ia menyebut, momen Sumpah Pemuda bukan hanya sebatas kata-kata selamat, tetapi juga sebagai pesan dalam menyampaikan nilai kebangsaan.
“Melalui semangat Sumpah Pemuda 2025, mari kita teguhkan kembali komitmen menjaga kedaulatan bangsa. Dengan integritas dan kontribusi nyata dari seluruh elemen masyarakat, kita lanjutkan warisan luhur para pendiri bangsa menuju Indonesia yang berdaya dan bermartabat,” ucap Presidium MD KAHMI Sukabumi dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa 28/10/2025.
“Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum memperkuat persatuan. Pemerintah dan seluruh institusi memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai integritas, memperkuat karakter kebangsaan, serta menumbuhkan semangat kontribusi demi kejayaan Indonesia,” tambah Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih dalam rilisnya.
Aam menjelaskan, Sumpah Pemuda merupakan warisan yang tidak boleh ditinggalkan apalagi sampai dilupakan. Mengingat, kegigihan para pemuda dulu dalam memperjuangkan kemerdekaan, syarat denga pengorbanan lahir dan bathin.
“Di tengah tantangan global, kedaulatan bangsa hanya dapat dijaga dengan persatuan dan komitmen bersama. Mari jadikan Sumpah Pemuda 2025 sebagai pengingat bahwa setiap langkah dan kebijakan kita adalah bagian dari warisan perjuangan yang harus terus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” jelas Aam.
“Sumpah Pemuda 2025 menjadi refleksi bagi kita semua untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan integritas dalam menjalankan tugas. Setiap kontribusi dari lembaga, aparatur, dan masyarakat adalah bentuk nyata dari pengabdian demi tegaknya kedaulatan bangsa,” lanjut Aam.
Aam mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, sebagai fondasi dalam membangun generasi emas di tahun 2045.
“Dalam semangat Hari Sumpah Pemuda 2025, mari kita jadikan persatuan sebagai fondasi pembangunan nasional. Dengan menjaga integritas, memperkuat kedaulatan, dan memperluas kontribusi lintas sektor, kita teruskan warisan perjuangan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Aam.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
