26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 15, 2026

Latest Posts

Menyambut 1 Muharam 1448 H: Dunia Pendidikan Hijrah dari Kelas ke Akhlak

Oleh : Dadang Sahroni/Warek I UMN Sukabumi dan Presidium MD KAHMI Sukabumi 

Guru, Murid & Sekolah Kompak Jadikan Tahun Baru Islam Momen Upgrade Ilmu & Karakter

Wartain.com – Tahun baru Islam 1448 H bukan cuma ganti kalender. Bagi dunia pendidikan, 1 Muharam jadi momentum “hijrah” dari sekadar transfer ilmu ke pembentuk karakter. Sekolah, guru, dan murid kompak bikin agenda yang bikin anak paham: pintar harus berakhlak.

Maknanya dalam. Hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah itu pindah dari kondisi sulit ke peradaban baru. Di sekolah, hijrah artinya pindah dari malas ke rajin, dari ribut ke tertib, dari mencontek ke jujur. Nilai itu yang ditanamkan lewat kegiatan 1 Muharam.

Guru PAI jadi garda depan. Banyak sekolah mulai tahun ajaran baru berbarengan 1 Muharam dengan muhasabah kelas, khataman juz 30, dan lomba Islami. Tujuannya: buka lembaran baru dengan doa dan Al-Qur’an, bukan cuma upacara biasa.

Kita harus memiliki filosofi,  anak pintar tanpa akhlak itu bahaya. Makanya 1 Muharam dipakai untuk reset mindset. Akademik jalan, adab dikuatkan.

1 Muharam kita jadikan kontrak belajar baru. Targetnya bukan cuma nilai 100, tapi anak jadi lebih disiplin, jujur, dan peduli teman. Kalau generasinya berakhlak, otomatis sekolahnya mencrang. Itu yang kita kejar.

Di kelas, guru bikin refleksi singkat: “Apa yang mau kamu hijrahkan tahun ini?”. Jawabannya beragam. Ada yang mau bangun subuh, ada yang mau kurangi main HP, ada yang mau rajin bantu ibu. Dari target kecil, lahir kebiasaan besar.

Siswa juga bergerak. OSIS dan Rohis inisiatif gelar santunan anak yatim, bagi-bagi makanan, sampai bersih-bersih masjid sekolah. Lewat aksi sosial, anak belajar empati. Teori PAI langsung praktik di lapangan.

Kita harus mendukung hal-hal yang positif dalam peningkatan akhlak. Kita menyadari, sekolah itu madrasah kedua setelah rumah. Kalau 1 Muharam diisi kegiatan positif, anak tumbuh cinta Islam sejak dini.

Penyambutan 1 Muharam di sekolah itu investasi jangka panjang. Kita cetak generasi Qur’ani, bukan generasi gadget saja. Anak yang kenal Muharam lewat lomba adzan, MHQ, kaligrafi, dan sebagainya, akan lebih mudah dekat dengan agama.

Metode ngajarnya juga ikut “hijrah”. Guru PAI yang harus memiliki variasi mengajar dengan metode dan pendekatan yang lebih menyentuh.  Anak jadi lebih fokus karena gurunya buka kelas dengan varian mengajar yang disukai anak

Orang tua juga diajak nyambung. Sekolah kirim pesan WA: yuk orang tua jadi teladan hijrah di rumah. Misalnya shalat berjamaah, sedekah subuh, atau baca Qur’an 1 halaman sebelum tidur. Sekolah dan rumah sinkron, hasilnya lebih kuat.

Beberapa sekolah di Sukabumi bahkan gelar “Pawai Obor Literasi”. Anak jalan keliling kampung bawa obor dan poster ayat tentang ilmu. Simbolnya jelas: dari gelap kebodohan menuju terang ilmu. Warga pun ikut terharu lihat anak-anak semangat.

Dampaknya gak instan, tapi kerasa semester depan. Anak yang ikut khataman 1 Muharam jadi lebih lancar ngaji. Yang ikut lomba LCC jadi lebih percaya diri tampil. Sekolah pun suasananya lebih adem karena budaya disiplin dibangun dari hari pertama.

Intinya: 1 Muharam 1448 H jadi “start button” dunia pendidikan. Hijrahnya guru, hijrahnya murid, hijrahnya sistem. Kalau tiap tahun ajaran baru dibuka dengan semangat Muharam, insyaAllah lulusan kita bukan cuma cerdas IQ, tapi juga cerdas akhlak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.