26.7 C
Jakarta
Selasa, Mei 26, 2026

Latest Posts

Kepala BGN Pastikan, Dapur SPPG yang Sebabkan Keracunan akan di Evaluasi

Wartain.com || Badan Gizi Nasional (BGN) bakal memberikan kartu kuning kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan kasus keracunan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyatakan bahwa lembaganya telah melakukan investigasi dan analisis terhadap beberapa SPPG.

“Dan saya melihat ada SPPG yang akan kita berikan lampu kuning ya atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat,” kata Dadan di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Setelahnya, BGN bakal mengevaluasi SPPG yang mendapatkan penilaian tersebut. Jika terbukti, dia akan memberhentikan untuk sementara.

Dalam hal ini, BGN juga mulai mengevaluasi menu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

“Jadi beberapa menu mungkin harus kita hindarkan supaya kejadian tidak terulang kembali. Dan saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan bergizi bisa berjalan lebih aman,” tegas dia.

Sertifikasi untuk meningkatkan kualitas SPPG. Ia menjelaskan, tim tersebut akan melakukan penilaian dan pengelompokan SPPG berdasarkan kualitas, mulai dari kategori unggul dengan nilai A, sangat baik dengan nilai B, hingga baik dengan nilai C.

Selain itu, terdapat pula SPPG yang dinilai masih perlu pembinaan agar dapat terus melanjutkan kegiatannya. Dadan menambahkan, langkah BGN pada 2026 akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan serta penambahan edukasi kepada penerima manfaat.

Dengan demikian, penerima manfaat tidak hanya memperoleh intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga edukasi mengenai pemilihan makanan sehat.

“Ya untuk yang kita berikan kartu kuning itu karena dia mengambil bahan baku jadi dari luar sehingga tidak terawasi cara masaknya. Dan kita akan berikan peringatan cukup keras hal tersebut,” jelas dia.

“Kemudian untuk beberapa SPPG sekarang kita akan umumkan beberapa menu yang harus dihindari terutama karena ketika menu itu dikonsumsi aman untuk kelompok kecil, ketika menjadi kelompok besar itu harus dengan quality control yang lebih saksama,” tambah dia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.