26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026

Latest Posts

Warga Cikondang Sukabumi Bongkar Gapura Pesantren Dai Nasional, Bentuk Kekecewaan atas Dugaan Pelecehan Santriwati

Wartain.com || Kemarahan warga Kampung Cikondang, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, memuncak pada awal tahun 2026. Warga setempat akhirnya membongkar paksa gapura sebuah pondok pesantren milik seorang dai nasional yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual terhadap enam santriwati di bawah umur.

Aksi pembongkaran gapura tersebut dilakukan pada Jumat malam (13/3/2026) sebagai bentuk kekecewaan dan protes warga atas dugaan perbuatan tidak pantas yang dilakukan oleh oknum tokoh agama tersebut.

Warga menilai keberadaan simbol pesantren itu justru menjadi pengingat atas kasus yang mencoreng nama baik lingkungan mereka. Selain itu, pesantren tersebut juga diduga menjadi lokasi terjadinya tindakan asusila dengan modus pemberian “ijazah ilmu” kepada para korban.

Ketua RT setempat, Iwan Setiawan, mengatakan pembongkaran gapura tersebut telah melalui kesepakatan bersama para tokoh masyarakat di Kampung Cikondang. Menurutnya, langkah itu diambil demi menjaga situasi lingkungan tetap kondusif.

Ia menegaskan, warga tidak bermaksud melakukan tindakan anarkis. Pembongkaran dilakukan justru untuk menghindari potensi tindakan yang tidak diinginkan dari pihak luar yang mungkin terpancing emosi jika atribut pesantren masih terpasang.

“Ini hasil kesepakatan warga dan para tokoh masyarakat. Kami bukan ingin bertindak anarkis, tetapi khawatir jika plang atau gapura itu masih ada justru memicu hal-hal yang tidak diinginkan dari orang luar,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi.

Bagi masyarakat setempat, kasus yang menjerat dai tersebut telah menimbulkan rasa malu sekaligus kekecewaan mendalam. Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh agama yang kerap memberangkatkan warga untuk umrah itu kini dinilai telah merusak kepercayaan masyarakat.

Warga pun merasa nama baik kampung mereka ikut tercoreng akibat dugaan perbuatan tersebut.

Setelah gapura diratakan, warga berencana memanfaatkan lahan tersebut untuk kepentingan umum. Area itu rencananya akan dijadikan akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang memang berada di sekitar lokasi.

Menurut Iwan, pembongkaran tidak hanya dilakukan pada gapura, tetapi juga pada beberapa bagian lain yang menghalangi akses menuju area pemakaman.

Sementara itu, hingga kini keberadaan terduga pelaku yang merupakan dai nasional tersebut belum diketahui secara pasti. Informasi yang beredar menyebutkan ia terakhir terlihat sekitar satu hari sebelum bulan Ramadan ketika hendak berangkat menunaikan ibadah umrah.

Sejak kasus tersebut mencuat ke publik, aktivitas di lingkungan pesantren juga berhenti total. Bangunan pesantren dilaporkan sudah tidak lagi dihuni dan tidak ada kegiatan santri seperti sebelumnya.

Iwan menyebutkan rumah milik terduga pelaku yang berada di samping pesantren juga sudah kosong, termasuk keluarga yang sebelumnya tinggal di lokasi tersebut.

“Kondisinya sekarang benar-benar kosong. Tidak ada santri, tidak ada kegiatan pengajian, bahkan rumahnya pun sudah ditinggalkan,” kata Iwan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.