Wartain.com – Persija Jakarta berhasil mengamankan poin penuh dalam lanjutan kompetisi BRI Super League setelah menumbangkan tuan rumah Persijap Jepara di Stadion Bumi Kartini. Tim tamu yang dijuluki Macan Kemayoran ini tampil sangat dominan sejak menit awal dengan penguasaan bola mencapai 66 persen. Meski bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah, Persija mampu mendikte jalannya pertandingan dengan akurasi operan yang mencapai 86 persen. Senin, 4 Mei 2026.
Pada babak pertama, pertandingan berjalan cukup alot bagi kedua kesebelasan. Persijap Jepara mencoba tampil disiplin di area pertahanan untuk membendung gelombang serangan tim tamu yang dimotori lini tengah Persija. Walaupun Persija terus menekan dengan mencatatkan total 21 tembakan sepanjang laga, rapatnya barisan belakang Laskar Kalinyamat membuat skor kacamata 0-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua, tepatnya pada menit ke-64. Berawal dari kemelut di depan gawang, Rayhan Hannan berhasil memanfaatkan bola rebound hasil halauan pemain belakang Persijap yang tidak sempurna. Dengan ketenangannya, Hannan menyambar bola liar tersebut untuk merobek jala gawang Persijap, membawa Persija unggul 1-0 dan mengubah atmosfer di Stadion Bumi Kartini.
Tertinggal satu gol memaksa Persijap Jepara tampil lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan. Namun, strategi ini justru menjadi bumerang bagi tuan rumah. Di saat Persijap asyik menyerang, Persija Jakarta memperlihatkan transisi yang mematikan. Melalui sebuah skema serangan balik cepat di masa injury time (90+8′), Gustavo dengan dingin menyelesaikan peluang untuk menggandakan keunggulan sekaligus mengunci kemenangan tim tamu.
Secara statistik, Persija memang tampil jauh lebih tajam dengan mencatatkan 11 tembakan tepat sasaran berbanding hanya 2 milik Persijap. Selain itu, dominasi Persija terlihat dari 45 operan ke sepertiga lapangan lawan (final third) yang membuat pertahanan Persijap terus berada dalam tekanan. Sebaliknya, meski Persijap mencatatkan 19 kali sapuan bola (clearances), mereka gagal mengonversi penguasaan bola yang minim menjadi gol balasan.
Kemenangan 2-0 ini memperkokoh posisi Persija Jakarta di klasemen sementara BRI Super League. Sementara bagi Persijap Jepara, hasil ini menjadi rapor merah yang harus segera dievaluasi, terutama mengenai koordinasi pertahanan saat menghadapi serangan balik. Laskar Kalinyamat kini harus bersiap menghadapi laga berikutnya guna menjauh dari papan bawah klasemen.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
