Wartain.com – Stadion Lukas Enembe, Jayapura, menjadi saksi bisu pecahnya kerusuhan hebat usai laga krusial babak play-off Liga 2 Championship antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada Jumat (8/5/2026) sore. Kekalahan tipis 0-1 yang diderita tuan rumah memicu kemarahan ribuan suporter yang kecewa lantaran tim kebanggaan mereka, Mutiara Hitam, dipastikan gagal promosi ke kasta tertinggi BRI Super League musim depan. Sabtu, 9 Mei 2026.
Pertandingan penentu tiket terakhir promosi ini berlangsung sengit sejak sepak mula. Gol tunggal kemenangan Adhyaksa FC dicetak oleh penyerang asing Adilson Silva pada masa injury time babak pertama (45+1′) setelah memanfaatkan umpan matang dari Hashim Kipuw. Meski Persipura mendominasi penguasaan bola di babak kedua melalui aksi Jeam Kelly Sroyer dan Ramai Rumakiek, disiplinnya pertahanan tim tamu membuat skor 0-1 bertahan hingga peluit panjang ditiup wasit.
Sesaat setelah pertandingan berakhir pukul 19.00 WIT, situasi mulai tidak terkendali. Ribuan suporter yang berada di tribun mulai melemparkan botol mineral, petasan, hingga flare ke arah lapangan sebagai bentuk protes atas hasil minor tersebut. Tak lama berselang, massa yang tersulut emosi mulai menjebol pagar pembatas dan melakukan invasi ke tengah lapangan, memaksa para pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan dievakuasi petugas keamanan menggunakan tameng Brimob.
Kericuhan merembet hingga ke luar area stadion. Berdasarkan pantauan di lokasi, massa yang beringas mulai merusak fasilitas publik dan membakar setidaknya 20 unit kendaraan, termasuk mobil operasional milik kepolisian dan kendaraan pribadi warga yang terparkir di area stadion. Kepulan asap hitam membumbung tinggi di sekitar kompleks olahraga Sentani, menciptakan suasana mencekam di tengah upaya aparat memukul mundur massa menggunakan gas air mata.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi bahwa tindakan anarkis ini murni dipicu oleh kekecewaan mendalam suporter atas kegagalan Persipura kembali ke kasta tertinggi sejak terdegradasi tahun 2022 lalu. “Aparat keamanan telah berupaya maksimal melakukan pengamanan, namun jumlah massa yang besar dan emosional membuat situasi sempat sulit dikendalikan. Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan pendataan kerusakan,” ujarnya kepada awak media.
Dengan hasil ini, Adhyaksa FC resmi mengukir sejarah sebagai tim debutan yang berhasil promosi ke BRI Super League 2026/2027 menyusul PSS Sleman dan Garudayaksa FC. Sementara itu, Persipura Jayapura harus rela kembali berlaga di kasta kedua untuk musim ketiga berturut-turut, sebuah catatan pahit bagi klub pemegang empat gelar juara Liga Indonesia tersebut.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
