Wartain.com – PSIM Yogyakarta sukses mengamankan poin penuh setelah menundukkan tamunya, Madura United, dengan skor tipis 2-1 dalam laga lanjutan pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan krusial yang menyajikan duel sengit ini digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, pada Minggu (17/5/2026) malam WIB. Kemenangan ini sekaligus menjadi kado perpisahan yang manis bagi pendukung Laskar Mataram pada laga kandang pamungkas mereka musim ini.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, tuan rumah PSIM Yogyakarta langsung mengambil inisiatif menyerang dan mendominasi jalannya pertandingan. Hasilnya, keran gol Laskar Mataram terbuka pada menit ke-17 melalui sontekan terarah Ezequiel Vidal yang memanfaatkan umpan matang Riyatno Abiyoso. Tak butuh waktu lama bagi publik Bantul untuk kembali bersorak, setelah Muhammad Iqbal menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-34 lewat aksi tendangan akrobatik memukau yang gagal dihalau kiper Madura United, Diky Indriyana.
Memasuki paruh kedua, Madura United yang diasuh oleh pelatih caretaker Rakhmad Basuki mencoba keluar dari tekanan demi mengejar ketertinggalan. Upaya keras Laskar Sape Kerrab akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61 setelah penyerang asing mereka, Junior Brandao, berhasil menjebol gawang Cahya Supriadi memanfaatkan asis dari Fransiskus Alesandro. Kendati intensitas pertandingan meningkat di sisa laga, solidnya lini belakang PSIM berhasil menjaga keunggulan 2-1 hingga wasit Firdavs Norsafarov meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Dominasi PSIM Yogyakarta dalam laga ini juga tercermin jelas melalui statistik akhir pascapertandingan. Skuad asuhan Laskar Mataram unggul dalam penguasaan bola sebesar 55% berbanding 45% milik tim tamu. Kreativitas lini tengah PSIM pun terlihat sangat superior dengan mencatatkan 18 kali tembakan (10 on target) serta menciptakan 13 peluang emas, jauh mengungguli Madura United yang hanya mampu melepaskan 7 tembakan (2 on target) dan mengkreasi 5 peluang sepanjang 90 menit.
Bagi PSIM Yogyakarta, tambahan tiga poin ini memantapkan posisi mereka di papan tengah, tepatnya di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan raihan 45 poin. Sebaliknya, hasil minor ini menjadi tamparan keras bagi Madura United yang sedang berjuang meloloskan diri dari jerat turun kasta. Kekalahan ini membuat posisi Sape Kerrab semakin mengkhawatirkan karena tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 32 poin.
Dengan menyisakan satu laga pamungkas di pekan ke-34, Madura United kini berada dalam situasi yang sangat kritis lantaran hanya terpaut 1 angka dari Persis Solo yang berada di zona merah. Kegagalan mencuri poin di Bantul memaksa Madura United wajib memenangkan pertandingan terakhir mereka musim ini jika tidak ingin terlempar ke zona degradasi dan turun kasta ke Liga 2 pada musim depan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
