Wartain.com – Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, atau sehari sebelum Idul Adha, dan memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa Arafah diharapkan dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.
Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puasa Arafah dilaksanakan selama satu hari dan dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.
Sementara bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, puasa tidak dianjurkan agar kondisi fisik tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah haji. Selain puasa Arafah, umat Islam juga mengenal puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Meski hukumnya sunnah, puasa Tarwiyah banyak diamalkan sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum memasuki Hari Arafah dan Idul Adha. Dengan demikian, tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah sama-sama menjadi waktu pelaksanaan puasa sunnah.
Namun, yang secara khusus disebut puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, sedangkan tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai puasa Tarwiyah. Untuk tahun 2026, puasa Tarwiyah diperkirakan jatuh pada Senin, 25 Mei 2026.
Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026, sehari sebelum Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Selain menjalankan puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, sedekah, dan berbagai amal saleh lainnya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang dikenal sebagai hari-hari penuh kemuliaan dan keberkahan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
