Wartain.com – Kepadatan kendaraan melanda ruas Jalan Cibadak menjelang perayaan Idul Adha 1447 H. Sejak pagi hari, arus lalu lintas dari arah Sukabumi menuju Bogor dan sebaliknya tampak tersendat dan merayap lambat, Selasa 26/05/2026
Peningkatan volume kendaraan terjadi hampir di sepanjang jalur utama Cibadak, semenjak keluar pintu tol Parungkuda. Kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga truk pengangkut barang bercampur menjadi satu, membuat laju kendaraan sulit bergerak cepat.
Titik kemacetan terparah terpantau di sekitar kawasan pasar tradisional dan pusat perbelanjaan Cibadak. Aktivitas warga yang keluar masuk area tersebut menambah kepadatan di badan jalan.
Sejumlah pengendara mengaku waktu tempuh mereka membengkak berkali lipat. Rute yang biasanya hanya memakan waktu 20 menit kini harus ditempuh lebih dari satu jam.
“Macetnya parah dari pertigaan Cibadak sampai ke arah pasar. Mobil merayap, banyak juga motor yang selip-selip di sela-sela kendaraan,” ujar Andi, warga yang hendak membeli kebutuhan lebaran.
Lonjakan arus ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Idul Adha. Banyak warga mulai berbelanja kebutuhan ibadah kurban, bahan pokok, dan perlengkapan keluarga.
Pedagang hewan kurban yang mulai berjualan di pinggir jalan juga turut mempersempit ruang gerak kendaraan. Beberapa lokasi bahkan memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat penampungan sementara.
Petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi sudah diterjunkan sejak pagi. Mereka berjaga di titik-titik rawan untuk mengatur arus dan mencegah kemacetan semakin parah.
Rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup jalur dan penertiban parkir liar diterapkan di beberapa lokasi. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan yang terjadi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang akan melintas di jalur Cibadak untuk mengatur waktu perjalanan. Penggunaan jalur alternatif juga disarankan agar tidak terjebak kemacetan panjang.
Idul Adha tahun ini jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Tradisi persiapan kurban dan mobilitas warga biasanya meningkat beberapa hari sebelumnya, sehingga kepadatan serupa berpotensi berulang hingga H+1.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
