26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 8, 2026

Latest Posts

3 Tahun Tekun, Es Kelapa Rasyid Tembus Omzet Jutaan di Depan Pasar Panggeleseran

Rasyid Sidik tekun 3 tahun kelola UMKM es kelapa, ingin naik kelas jadi pengusaha sukses (Foto : Aab)

Wartain.com – Usaha kecil bisa tumbuh besar kalau tekun dan paham pasar. Itu yang dibuktikan Rasyid Sidik (30) tahun, pemilik UMKM Es Kelapa Mandili Wangi di depan Pasar Panggeleseran, Kabupaten Sukabumi. Berangkat dari modal 500 ribu, kini omzet hariannya tembus 700-800 ribu, bahkan 1-1,2 juta saat musim panas.

Rasyid memulai usaha ini sejak tahun 2023. Sebelumnya ia berdagang buah-buahan di pasar Panggeleseran. Pengalaman jualan buah jadi bekal penting. Ia paham karakter pembeli, tahu kapan musim ramai, dan belajar memilih bahan baku yang segar. Modal nekat 500 ribu itu diputar untuk beli gerobak, kelapa muda, es batu, gula, dan peralatan sederhana.

Lokasi jadi kunci. Berjualan tepat di depan Pasar Panggeleseran bikin lapaknya mudah dijangkau. Pedagang pasar, pembeli, sopir angkot, sampai warga yang lewat jadi pelanggan tetap. Ditambah cuaca Sukabumi yang panas, es kelapa muda jadi pilihan pelepas dahaga paling dicari.

Sistem supply juga rapi. Pemasok kelapa mengantar barang dua hari sekali. Jadi stok selalu fresh, tidak ada kelapa yang menginap terlalu lama. Rutinnya pasokan bikin rasa minuman konsisten dan pelanggan tidak kecewa. Itu modal kepercayaan.

Omzet 700-800 ribu per hari sudah jadi angka normal. Tapi saat hari pasar, akhir pekan, atau musim kemarau panjang, angka itu bisa melonjak ke 1-1,2 juta. Margin tipis tapi volume besar. Rasyid tahu rumusnya: jaga kualitas, jaga senyum, jaga harga tetap bersahabat.

Selama 3 tahun, Rasyid jalan sendiri tanpa karyawan. Semua dikerjakan: kupas kelapa, racik, layani pembeli, sampai beres-beres. Capek pasti, tapi ia lihat itu sebagai investasi. “Awalnya dagang buah, sekarang es kelapa. Yang penting jalan terus,” katanya saat ditemui dilokasi, Senin 08/06/2026.

 

Cita-citanya jelas: ingin maju dan jadi pengusaha sukses. “Mandili Wangi” bukan sekadar nama. Ia ingin usahanya terus berkembang dan maju secara finansial dan wangi namanya di masyarakat. Target ke depan: buka cabang, punya karyawan, dan kemasan yang lebih modern.

Tantangan UMKM kuliner memang banyak. Harga kelapa fluktuatif, listrik naik, saingan bermunculan. Tapi Rasyid punya strategi: jaga rasa tetap sama, ramah ke pembeli, dan tidak menaikkan harga berlebihan saat bahan baku naik. Kepercayaan pelanggan nomor satu.

Lokasi di depan Pasar Panggeleseran memberinya keunggulan. Traffic orang ramai tiap pagi sampai sore. Pasar tradisional masih jadi pusat ekonomi rakyat. Rasyid memanfaatkannya maksimal tanpa perlu sewa ruko mahal. Gerobak sederhana tapi posisi strategis.

Kisah Rasyid relevan dengan program pemerintah soal pemberdayaan UMKM. Modal kecil, kerja keras, paham lokasi, dan konsistensi bisa menghidupi keluarga sekaligus membuka lapangan kerja ke depan. Dari 500 ribu jadi omzet jutaan, itu bukti nyata.

Ke depan Rasyid berencana upgrade. Mungkin tambah varian: es kelapa kopyor, es kelapa nata de coco, atau kemasan botol untuk dibawa pulang. “Digitalisasi juga masuk rencana: terima QRIS dan jualan lewat aplikasi pesan antar biar jangkauan lebih luas,” pungkasnya.

UMKM seperti Es Kelapa Mandiri Wangi adalah denyut ekonomi Sukabumi. Tidak butuh modal miliaran, cukup tekad dan kerja nyata. Alamatnya gampang dicari: depan Pasar Panggeleseran, Kabupaten Sukabumi. Lewat jam panas, mampirlah. Segar di badan, berkah di usaha.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.