Wartain.com – Gemerlap lampu malam di Alun-alun Palabuhanratu tidak hanya menghadirkan suasana santai bagi warga dan wisatawan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di antara deretan jajanan yang berjejer, gerobak susu jahe milik Indra (36), yang akrab disapa Akew, menjadi salah satu pilihan minuman hangat yang banyak dicari pengunjung.
Berlokasi di pintu masuk menuju Masjid Agung Palabuhanratu atau tepat di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, gerobak sederhana milik Akew menawarkan minuman berbahan dasar jahe yang dikenal kaya manfaat bagi kesehatan. Kehangatan jahe yang berpadu dengan berbagai pilihan campuran menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.
Setiap sore menjelang malam, suasana di sekitar gerobak mulai ramai. Pengunjung yang datang ke Alun-alun Palabuhanratu untuk bersantai, berkumpul bersama teman, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga kerap menyempatkan diri menikmati segelas minuman jahe hangat sambil menikmati suasana malam.
“Alhamdulillah, sampai sekarang masih banyak pelanggan yang suka minuman jahe. Selain menghangatkan badan, banyak juga yang percaya jahe baik untuk kesehatan. Saya berusaha menjaga rasa supaya pelanggan tetap nyaman dan kembali lagi,” ujar Akew kepada Wartain.com. pada, Senin (8/6/2026) di Alun-alun Palabuhanratu.
Susu jahe milik Akew buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 00.00 WIB. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp6.000 untuk minuman jahe tanpa tambahan susu. Sementara untuk varian susu jahe dibanderol mulai Rp8.000. Pelanggan juga dapat menambahkan madu maupun telur bebek dengan harga yang menyesuaikan pilihan campuran.
Meski minuman jahe sudah dikenal sejak lama, perkembangan zaman membuat minuman tradisional ini hadir dengan berbagai variasi yang lebih menarik. Beragam pilihan campuran dan penyajian yang sederhana namun nyaman membuat pelanggan betah berlama-lama. Akew bahkan menyediakan alas duduk bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman di tempat sambil merasakan suasana malam Alun-alun Palabuhanratu.
Salah seorang pelanggan, Robi, mengaku kerap mampir ke gerobak tersebut saat berkunjung ke Alun-alun Palabuhanratu.
“Rasanya enak memang dan pas di badan jadi hangat, apalagi kalau malam hari. Harganya juga terjangkau. Saya sering minum susu jahe di sini sambil nongkrong bersama teman-teman dan diskusi ringan,” tutur Robi.
Di balik kesederhanaan usahanya, Akew terus berupaya meningkatkan kualitas dan legalitas usahanya. Saat ini, produk susu jahe miliknya telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal.
“Saya bersyukur usaha saya ini sudah memiliki NIB dan sertifikat halal, biar pelanggan semakin percaya kan. Mudah-mudahan ke depan bisa semakin berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat,” pungkas Akew.
Dari usaha yang dijalankan setiap malam tersebut, Akew mengaku mampu memperoleh omzet harian berkisar antara Rp80.000 hingga Rp100.000. Nilai yang mungkin tidak terlalu besar, namun cukup menjadi bukti bahwa minuman tradisional berbahan jahe masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi pelaku UMKM lokal di Palabuhanratu.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ujeng)
