26.7 C
Jakarta
Rabu, Juni 24, 2026

Latest Posts

Autopsi Ungkap Dugaan Kekerasan pada Wanita yang Ditemukan Tewas di Hotel Sukabumi

Wartain.com – Kasus kematian seorang perempuan yang ditemukan tak bernyawa di salah satu kamar hotel di Jalan Stasiun Timur, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, masih terus didalami aparat kepolisian. Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, pihak keluarga menyetujui dilakukannya autopsi di RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi, Rabu (24/6/2026).

Dokter forensik RSUD R. Syamsudin SH, dr. Nurul Aida Fathia, menjelaskan bahwa jenazah perempuan berusia 53 tahun tersebut tiba di rumah sakit pada Selasa sore sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan tanda-tanda kaku mayat yang menunjukkan korban telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan.

Selain itu, tim medis menemukan sejumlah luka lecet pada bagian wajah korban. Temuan yang lebih signifikan muncul saat autopsi dilakukan, yakni adanya indikasi trauma akibat benda tumpul pada area leher.

“Kemudian memang ditemukan ada beberapa luka lecet di wajah,” kata Aida.

Menurutnya, saat proses pemeriksaan bagian dalam tubuh, ditemukan resapan darah yang cukup banyak di daerah leher. Tim forensik juga mendapati adanya patah pada tulang rawan gondok yang mengarah pada dugaan kuat terjadinya kekerasan tumpul.

“Pada saat dilakukan pembukaan rongga tubuh, ditemukan banyak resapan darah pada daerah leher. Kemudian ditemukan juga patah tulang rawan gondok. Sehingga itu menjadi bukti kekerasan tumpul pada daerah leher. Sedangkan pada bagian tubuh yang lain tidak ditemukan perlukaan, sama seperti hasil pemeriksaan dokter umum semalam,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan forensik, korban diperkirakan telah meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan. Estimasi tersebut didasarkan pada kondisi lebam dan kaku mayat yang terlihat saat pemeriksaan.

“Kalau dari pemeriksaan dokter umum, itu rentangnya itu sekitaran 12 jam. Dari kaku mayat dan lebam mayatnya,” sebutnya.

Aida menegaskan bahwa trauma tumpul di bagian leher berpotensi menyebabkan kematian. Namun, mengenai bagaimana kekerasan tersebut terjadi, pihaknya menyerahkan pendalaman lebih lanjut kepada penyidik kepolisian.

“Kekerasan tumpul di leher sudah pasti bisa menimbulkan kematian ya. Ya kekerasan tumpul mau apapun, mau dengan benda, atau misalnya bisa juga dengan tangan seseorang, itu bisa saja. Mungkin itu nanti didalaminya sama dari tim penyidik,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cikole Kompol Ma’ruf Murdianto mengungkapkan bahwa korban berinisial R, warga Bogor. Berdasarkan temuan awal, polisi menduga korban meninggal akibat tindak kekerasan.

“Mungkin korban kekerasan ya, yang mengakibatkan meninggalnya, gitu. Nanti mungkin perkembangan akan kita sampaikan kepada rekan-rekan semua,” ucap Ma’ruf.

Ia mengatakan hasil autopsi akan menjadi salah satu bahan penting dalam proses penyelidikan yang masih berlangsung. Saat ini polisi tengah mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri berbagai barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Masih penyelidikan. Nanti hasil penyelidikan, karena kita sekarang masih mengumpulkan saksi dan barang bukti di TKP,” ungkapnya.

Hingga kini, penyidik baru meminta keterangan dari dua orang petugas hotel. Sementara pihak keluarga korban belum dapat dimintai keterangan karena masih berduka dan fokus pada proses pemakaman.

“Karena mungkin masih kalut ya, belum, belum ada keterangan keluarga ya, kita. Karena, beliau-beliau atau mereka itu fokus untuk penguburan jenazah,” ungkapnya.

Polisi juga belum mengungkap secara rinci siapa yang bersama korban saat berada di hotel tersebut. Namun berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diketahui mulai menginap di hotel itu sejak Senin, 22 Juni 2026.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.