26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 5, 2026

Latest Posts

Kemenag Ajak Masyarakat Cek Arah Kiblat saat Fenomena Istiwa A’zam 15–16 Juli 2026

Wartain.com – Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau masyarakat memanfaatkan fenomena Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat yang akan terjadi pada 15–16 Juli 2026 untuk memverifikasi ketepatan arah kiblat. Fenomena astronomi tersebut dinilai menjadi momen paling akurat untuk memastikan arah kiblat tanpa menggunakan peralatan khusus.

Verifikasi arah kiblat itu akan dilakukan secara serentak melalui Gerakan 1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional: Hari Sejuta Arah Kiblat, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Peaceful Muharam 1448 Hijriah.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengatakan gerakan tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memastikan arah kiblat, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai ilmu falak dalam kehidupan beragama.

“Melalui Gerakan 1.448.000 Verifikasi Arah Kiblat Nasional, kami ingin mengajak masyarakat memastikan arah kiblat secara mudah dan akurat dengan memanfaatkan fenomena alam yang telah lama dikenal dalam tradisi ilmu falak. Ini adalah momentum edukasi sekaligus penguatan kualitas ibadah umat,” kata Arsad, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, fenomena Istiwa A’zam yang berlangsung dua kali setiap tahun merupakan kesempatan terbaik untuk melakukan pengecekan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi. Karena itu, Kemenag mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi, mulai dari penghulu, penyuluh agama, pengurus masjid dan musala, pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga masyarakat umum.

Kementerian Agama menargetkan sedikitnya 1.448.000 peserta mengikuti gerakan nasional tersebut. Jumlah itu dipilih sebagai simbol Tahun 1448 Hijriah.

“Gerakan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya arah kiblat sekaligus mengenalkan pemanfaatan ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Arsad menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan implementasi arahan Menteri Agama agar layanan keagamaan semakin inklusif, berdampak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kementerian Agama, Ismail Fahmi, menjelaskan bahwa fenomena Istiwa A’zam terjadi ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah.

“Fenomena ini akan terjadi pada 15 dan 16 Juli 2026 sekitar pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat cukup menyiapkan benda yang berdiri tegak lurus, kemudian mengamati arah bayangannya pada waktu tersebut untuk mengetahui arah kiblat,” jelas Ismail.

Ia menerangkan, metode Rashdul Kiblat merupakan salah satu teknik paling sederhana dalam ilmu falak karena dapat dilakukan tanpa alat bantu khusus. Syaratnya, lokasi pengamatan harus mendapatkan sinar matahari secara langsung saat fenomena berlangsung.

“Metode Rashdul Kiblat merupakan salah satu metode paling praktis dalam ilmu falak karena dapat dilakukan tanpa alat khusus,” katanya.

Ismail juga mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta melalui tautan resmi yang disediakan Kementerian Agama. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan gerakan nasional tersebut.

“Keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh elemen umat Islam untuk ikut serta, mengajak keluarga dan lingkungan sekitar, serta menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat pemahaman keagamaan dan kebersamaan umat,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.