Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar Rika Yulistina, menyebut persoalan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat masih menjadi aspirasi yang paling dominan disampaikan warga dalam pelaksanaan Reses II Tahun Sidang 2026.
Hal tersebut disampaikan Rika Yulistina saat membacakan Laporan Hasil Pelaksanaan Reses II Fraksi Gabungan Golkar-PAN dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/7/2026).
Rapat paripurna dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Menurut Rika, reses merupakan salah satu fungsi konstitusional anggota DPRD untuk menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan reses ini diharapkan terjalin komunikasi dua arah antara wakil rakyat dengan masyarakat, sehingga program pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Rika.
Kegiatan Reses II Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara serentak pada 3-5 Juni 2026 di enam daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Sukabumi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Berdasarkan hasil penjaringan aspirasi, masyarakat di hampir seluruh daerah pemilihan masih menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai kebutuhan prioritas. Aspirasi tersebut mencakup percepatan perbaikan jalan kabupaten dan jalan lingkungan, pembangunan dan rehabilitasi jembatan, penataan sistem drainase, pemasangan penerangan jalan umum, hingga penanganan daerah rawan longsor.
Selain itu, masyarakat juga mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui pembangunan ruang kelas baru, renovasi gedung sekolah, penambahan tenaga pendidik, serta penyediaan sarana belajar yang lebih memadai.
Di sektor kesehatan, warga berharap adanya peningkatan pelayanan puskesmas, penambahan tenaga kesehatan, penguatan layanan kesehatan keliling, serta peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Rika juga mengungkapkan tingginya harapan masyarakat terhadap program-program pemberdayaan ekonomi. Warga menginginkan adanya dukungan yang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, peningkatan keterampilan masyarakat, serta pengembangan program ekonomi produktif yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan reses tersebut menjadi catatan penting bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
