Wartain.com – Aksi pembacokan terhadap seorang pengemudi ojek pangkalan menggegerkan warga di Jalan Citamiang-Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/7/2026) sore. Peristiwa tersebut diduga dipicu perselisihan akibat perebutan penumpang.
Marni (41), warga yang melintas di lokasi sesaat setelah kejadian, mengaku melihat kerumunan warga dan aparat kepolisian telah memenuhi area tempat kejadian perkara.
“Pas saya lagi lewat pulang dari Kota Sukabumi, ada kejadian pembacokan antara sesama ojek, berebut penumpang,” ujar Marni, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari warga sekitar, cekcok bermula ketika seorang penumpang yang diduga menjadi giliran korban justru dibawa oleh terduga pelaku. Perselisihan itu kemudian berubah menjadi aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.
“Satu orang penumpang. Cuman yang harusnya bagiannya korban diduga diambil sama pelaku. Terus korban dibacok,” katanya.
Marni menuturkan, lokasi pembacokan berada tidak jauh dari pangkalan ojek. Meski sejumlah orang berada di sekitar lokasi, tidak ada yang berani melerai karena pelaku membawa sebilah celurit.
“Sesama ojek enggak berani bantu, takut kan (terduga pelaku) bawa senjata tajam,” tuturnya.
Setelah melukai korban, pelaku langsung melarikan diri. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh.
“Bagian muka, kepala, sama kaki yang dibacoknya,” ungkap Marni.
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Betha Medika untuk mendapatkan penanganan medis dan hingga kini masih menjalani perawatan.
“Dibawa ke Betha Medika. Sampai sekarang belum pulang, masih di rumah sakit si korbannya,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Hartono membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Laporan resmi dari korban, berinisial RA alias P (59), warga Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, diterima polisi pada Selasa (14/7/2026).
“Laporan dari korban baru terbit kemarin sore,” kata Hartono.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga motif pembacokan berkaitan dengan perebutan penumpang. Korban dan terduga pelaku diketahui saling mengenal karena sama-sama berprofesi sebagai pengemudi ojek.
“Modusnya rebutan penumpang. Terduga pelaku masih kawan atau tetangganya korban,” ungkapnya.
Saat ini, Satreskrim Polres Sukabumi Kota masih melakukan penyelidikan sekaligus memburu terduga pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
“Proses sedang berjalan penyelidikan,” pungkas Hartono.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
