Wartain.com — Ketua Umum Garda Mawar sekaligus Utusan Khusus Presiden, Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid, mengajak masyarakat, khususnya kalangan pesantren, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dinilai dapat memecah persatuan dan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Fauka saat mengunjungi Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Kota Sukabumi, Minggu (16/8/2026). Kedatangannya disambut meriah oleh pimpinan pondok, KH Fajar Laksana, bersama ratusan santri.
Para santri bahkan mengarak Fauka menggunakan Maung. Penyambutan juga dimeriahkan pertunjukan seni budaya Bola Leungeun Seuneu dan pencak silat dari para pendekar Sang Maung Bodas.
Dalam kunjungan tersebut, Fauka berdiskusi dengan pengasuh pondok mengenai kondisi bangsa sekaligus berbagai program pemerintah. Ia juga mengingat kembali hubungan historisnya dengan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath.
“Ini adalah pondok pesantren yang legend, punya sejarah. Karena dulu Pak Prabowo pernah saya hadirkan di sini, tahun 2012. Pak Prabowo jadi menginjakkan kaki pertama di sini,” kata Fauka.
Fauka mengatakan, dirinya telah mengenal Pondok Pesantren Dzikir Al Fath sejak sekitar 17 tahun lalu, ketika masih menjadi ajudan Prabowo sebelum menjabat sebagai presiden.
Kunjungan tersebut juga diisi kegiatan bakti sosial. Fauka bersama Waketum Garda Mawar M Resqy F.R memberikan santunan serta bantuan sembako kepada para santri.
Selain itu, Fauka menyampaikan bahwa Garda Mawar turut membantu 12 anak yatim korban bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat untuk mendapatkan pendidikan melalui program beasiswa di Pondok Pesantren Dzikir Al Fath.
“Kemarin, kami Garda Prabowo membiayai 12 orang anak yatim korban dari tanah longsor di Bandung Barat,” ujarnya.
Menurut Fauka, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap program pendidikan yang dijalankan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath.
Ia menilai program pondok yang memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak kurang mampu serta membuka lapangan pekerjaan sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo.
“Terbukti bahwa program-program yang dijalankan Al Fath ini memang benar-benar membantu Pak Presiden. Membuka lapangan pekerjaan, menampung anak-anak tidak mampu untuk sekolah dan semuanya gratis,” katanya.
Di tengah maraknya berbagai informasi mengenai pemerintahan, Fauka kemudian meminta pihak pesantren tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi.
“Saya minta bantuan pesantren, terutama Ustaz Fajar Laksana, untuk jangan terpengaruh, terprovokasi dengan isu-isu yang sedang ramai. Yang tujuannya adalah untuk menjatuhkan Pak Presiden. Karena saya tidak mau pesantren dibawa-bawa ke arah ke sana,” tegasnya.
Fauka menilai isu mengenai pemerintah kini mulai menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pesantren.
“Arahnya sekarang ini adalah mereka berusaha memengaruhi semua lini, bukan hanya pesantren, tapi sudah mulai masuk ke pesantren. Bagaimana mereka memburuk-burukkan program kerja, memburuk-burukkan Pak Presiden,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat menilai setiap program pemerintah secara objektif dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
Fauka mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas generasi muda.
“Makanya beliau membuat MBG supaya generasi kita kuat, membuat Sekolah Rakyat supaya anak muda kita cerdas,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana, mengatakan kunjungan Fauka memiliki nilai penting bagi pondok, terutama karena hubungan yang telah terjalin sejak lama.
Menurutnya, Pondok Pesantren Dzikir Al Fath saat ini memberikan program pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut telah menjangkau 24 provinsi.
“Di tingkat perguruan tinggi itu semuanya diberikan beasiswa gratis, makan, tinggal, dan kemudian pendidikan serta disalurkan kerja,” kata Fajar.
Fajar juga menyambut baik bantuan yang diberikan Garda Mawar kepada para santri yatim piatu dan dhuafa.
Ia menilai penyampaian program pemerintah secara langsung kepada masyarakat juga penting agar warga tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun informasi yang dapat memicu provokasi.
“Beliau juga turun ke daerah itu dalam rangka menyampaikan program-program Pak Presiden. Yang sebenarnya itu bagaimana supaya kemudian masyarakat, termasuk kami yang di daerah, ini mengetahui. Jangan sampai kita terbawa-bawa berita-berita hoaks atau terprovokasi,” ujarnya.
Fajar menambahkan, masyarakat perlu bersama-sama menjaga persatuan dan mendukung pemerintahan yang sedang berjalan, sembari tetap mengawasi pelaksanaan setiap program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
